"Saya jawab itu lahan punya pribadi dan tidak menyalahi aturan tata ruangnya, sehingga perubahan penggunaannya memang dimungkinkan, sepanjang memenuhi peraturan tata ruang. Dan pengawasan penggunaan lahan itu urusan Dinas Lingkungan Hidup," beber Effendi Yunus.
Baca: Ketua DPR Bambang Soesatyo: Target Legislasi ke Depan Lebih Realistis
Ia juga menyatakan apabila sebelumnya Yusuf Kohar sempat mengatakan jika selama ini antara wali kota dan wakilny tidak berjalan beriringan.
Hal tersebut kemudian disinyalir membuat banyak hal tak diketahui oleh Yusuf Kohar.
"Terus dia bilang saya bulan Februari jadi Wali Kota. Saya jawab, saya gak ada masalah pak," ujar Effendi.
Menurut Effendi Yunus, ucapan tersebut ternyata membuat Yusuf Kohar merasa tersinggung dan mengira dirinya melawan.
"Dia (yusuf) malah ngomong kamu ngelawan, berantem ayo berantem, padahal saya sudah jawab sesuai aturan saja pak, dia tetap nantang, saya jawab ayok," katanya.
Menurutnya, hal tersebut ia ucapkan bukan karena menerima tantangan Yusuf Kohar, namun lantaran tak enak karena Yusuf dianggap terus marash-marah.
Top 5 News! Perbedaan Rumah Dp 0 Persen Anies dan Rusunawa Ahok hingga Wanita Menangis Minta Turun dari Pesawat
"Dari mana-mana marah-marah, di sini saja (humas) marah-marah suruh turunin foto pak wali, saya juga sudah 35 tahun jadi PNS, tahun ini memang akan pensiun pada September, jadi mau dinonjobkan juga saya siap," ungkap Effendi Yunus.
Di sisi lain, Yusuf Kohar mengungkapkan bahwa kejadian yang terekam di video tersebut merupakan pembinaan kepada bawahan.
“Ya pembinaan saja itu. Karena dia tidak profesional. Marah-marah, tidak menghormati atasan,” ucap Yusuf Kohar via telepon, Rabu (17/1/2018).
Tanggapan Wali Kota Bandar Lampung
Menyikapi viralnya video tersebut, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN angkat bicara.
Ia mengaku pihaknya telah memanggil Effendi Yunus.