Penelitian Mengungkap Kurang Tidur Memungkinkanmu Terkena Depresi dan Gangguan Kecemasan

Penulis: Ekarista Rahmawati Putri
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi susah tidur

TRIBUNWOW.COM - Hasil penelitian terbaru mengungkap orang yang tidur kurang dari delapan jam tiap malamnya memungkinkan terkena gangguan kegelisahan dan depresi.

Dikatakan penderita insomnia kurang bisa mengatasi pikiran negatif dan melepas emosi negatifnya daripada mereka yang cukup tidur.

Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Behavior Therapy dan Experimental Psychiatry.

Penelitian ini melibatkan 52 orang dewasa yang mengalami "pikiran negatif berulang" (“repeated negative thinking”/ RNT).

Mereka berfokus pada pemikiran yang menyebabkan kesedihan, kegelisahan dan stres.

BACA: Berlibur ke India, Raisa - Hamish Kagumi Keindahan Taj Mahal yang Dibangun atas Nama Cinta!

Pola tidur mereka ditentukan melalui wawancara dan gerakan mata mereka juga dipantau.

Mereka sebelumnya diperlihatkan gambar yang dimaksudkan untuk memicu respons emosional, serta gambar netral.

Menariknya, hasil menunjukkan bahwa mereka yang kurang tidur dari delapan jam, menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat gambar negatif secara emosional.

Itu berarti mereka tidak dapat melepaskan dirinya dari gambar negatif yang mereka lihat, menurut laporan Science Daily.

"Kami menemukan bahwa orang-orang dalam penelitian ini cenderung punya pikiran yang terjebak di kepala mereka, dan pemikiran negatif mereka yang tinggi membuat mereka sulit untuk melepaskan diri dari rangsangan negatif yang dihadapi," kata Profesor Meredith Coles dari Universitas Binghamton yang terlibat dalam studi tersebut.

"Kami menyadari dari waktu ke waktu bahwa pemikiran negatif yang berulang ini relevan dengan beberapa gangguan seperti kecemasan, depresi dan banyak hal lainnya." tambahnya, seperti dilansir dari The Independent.

BACA JUGA: Soal Alasan Ahok Gugat Cerai Veronica, Pengacara Bilang Begini

Para peneliti sekarang melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana durasi tidur mempengaruhi gangguan psikologis.

Diharapkan penemuan ini dapat mengatasi kecemasan dan depresi dengan membantu penderita mendapatkan tidur yang baik.(TribunWow.com/Ekarista R.P.)

Tags: