Gunung Agung Mengalami Erupsi Freatik, Apa Itu?

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gunung Agung ketika meletus pada tahun 1963 (foto kiri). Gunung Agung kini berstatus awas, Sabtu (23/9/2017), sebelumnya ditetapkan berstatus siaga pada, Senin (18/9/2017). Tampak pemetaan dari atas area Gunung Agung dengan beberapa area di sekitarnya (foto tengah). Kondisi Gunung Agung saat status Siaga (foto kanan).

TRIBUNWOW.COM - Gunung Agung masih dinyatakan pada status siaga setelah terjadi erupsi pada Selasa (21/11/2017) sore.

Awan hitam pun menyembul setinggi 600 sampai dengan 700 meter ke angkasa gunung Agung.

Melansir dari Tribrtanews.com, erupsi gunung Agung tersebut spontan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dengan memberikan keterangan lengkap terkait erupsi agar tidak terjadi kabar yang simpang siur.

Dalam jumpa pers yang digelar di Posko Ops Aman Nusa Agung II-2017 di Desa Yeh Malet, Manggis, Karangasem, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose didampingi dengan Karo Ops Polda Bali Kombes Pol Drs I Nyoman Sumanajaya dan Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana.

BREAKING NEWS: Gunung Agung Meletus, Lihat Foto-foto Penampakannya

Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose didampingi Karo Ops Polda Bali Kombes Pol Drs I Nyoman Sumanajaya dan Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana mengelar jumpa pers di Posko Ops Aman Nusa Agung II-2017 di Desa Yeh Malet, Manggis, Karangasem, Selasa (21/11/2017). (Tribratanews)

Di hadapan awak media Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose mengatakan, ketika menerima laporan dari Kapolres Karangasem, pihaknya langsung melaksanakan konsolidasi dengan seruluh aparat yang dikoordinasikan oleh Karo Ops Polda Bali.

Informasi tersebut kemudian dicek melalui pengamatan secara visual.

Pihaknya juga mengimabu supaya warga tidak panik dengan aktivitas gunung Agung kali ini.

“Yang perlu saya sampaikan bahwa tidak ada kepanikan dari warga, karena kalau kita secara visual kita lihat itu adalah boleh dikatakan erupsi tetapi adalah erupsi freatik,” kata Irjen Pol Petrus Reinhard Golose.

BREAKING NEWS: Asap Tebal Membumbung Tinggi, Gunung Agung Erupsi Lagi

Apa itu erupsi Freatik?

Erupsi freatik adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi karena pengaruh uap yang disebabkan sentuhan air dengan magma baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Erupsi freatik terjadi ketika adanya air tanah, air laut, air danau kawah, atau air hujan yang menyentuh magma di dalam bumi, panas dari magma akan membuat air tersebut menjadi uap, dan ketika tekanan uap sudah sangat tinggi dan tidak bisa dibendung, maka akan terjadi letusan yang disebut erupsi freatik.

Letusan dari erupsi freatik mengeluarkan material padat yang terlempar akibat tekanan dari uap.

"Ini hanya uap, jadi tidak ada magmatik. Jadi tidak ada goncangan-goncangan yang muncul. Tidak ada juga perubahan suhu air yang ada di wilayah yang dilihat dan dilaporkan oleh masyarakat kepada anggota saya yang berada di gunung," imbuhnya.

Halaman
12