Pemuda Bernama 'Polisi' Jadi Tenar Karena Ditilang Polisi Beneran, Ternyata Ini Makna Namanya

Editor: Elga Maulina Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Surat tilang pria bernama Polisi, warga Dusun Pengarengan, Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, yang viral di media sosial.

Dikatakannya, tak lama berselang, paska nama itu sudah dipatenkan, si bayi ini justru sakit – sakitan. Ia mengira, semula ini hanya sakit biasa. Namun, lama-kelamaan , si bayi ini sakitnya tak karuan. Hampir setiap hari ke dokter dan tukang pijat. Puluhan juta dikeluarkan Illyyin dan suaminya untuk kesehatan anaknya.

“Kami sempat ganti nama sebanyak empat kali. Pertama Muhammad Muchlas, kedua Muhammad Musofak, Iksan, dan Muchlisin. Tetapa saja, dia tetap sakit-sakitan,” ungkapnya.

Sakitnya, kata Illyyin, ini tidak tetap. Menurutnya, terkadang sakit panas, muntaber, dan masih banyak lagi. Pokoknya, selama satu tahun di usianya pertama, polisi ini harus bolak – balik masuk rumah sakit dan tukang pijat. Akhirnya, suatu ketika, ia bertemu dengan tukang pijat.

“Saat itu, tukang pijatnya datang ke saya dan menanyakan apa saya dan suami pernah memiliki nadzar untuk memberi nama bayi itu. Saya mulai berfikir dari situ,” katanya sambil meneteskan air matanya.

Sepulang dari tukang pijat itu, ia mengamini pertanyaan itu. Dalam hatinya, sang suami pernah nadzar memberikan nama polisi terhadap bayi itu. Dari situlah, ia berniat mengganti nama anaknya dan memenuhi nadzar sang suami yang disampaikan pada teman-temannya di saat bayi masih dalam kandungannya.

“Saya tasyakuran dan mengganti anak kami dengan polisi, sesuai dengan janji bapaknya,” terangnya.

Dikatakannya, semuanya berubah seperti sebuah mukijizat. Tiba-tiba anaknya tidak perlu datang ke dokter dan tukang pijat. Si bayi mendadak sehat wal afiat, dan tidak pernah sakit-sakitan seperti sebelumnya.

“Dari situ, saya sangat bersyukur sekali. Saya menyadari nama anak saya tidak sebagus teman-temannya. Tapi, bagi saya apalah arti sebuah nama, jika anak saya sakit-sakitan. Tidak masalah namanya polisi, yang penting dia sehat sampat sekarang,” papar dia.

Pihak Inilah yang Mendapat Untung dari Persidangan Buni Yani dalam Kasus Video Ahok, Ini Faktanya!

Ia mengaku banyak dihujani hujatan dan cemooh dari para tetangganya. Kata dia, saat itu, tetangga dan temannya ataupun teman suaminya, selalu mengejek anaknya yang diberi nama polisi. Namun, ia mengaku berusaha untuk tidak memikirkannya. Prinsip dia, anaknya sehat dan tidak sakit-sakitan itu sudah lebih dari cukup.

“Memang berat, tapi mau bagaimana lagi. Saya berusaha tutup rapat telinga ini. Saya dihina hanya bisa diam saja, memang anak saya namanya polisi, tidak sebagus nama anak pada umumnya,” tambahnya.

Illyyin pun tampak semakin sedih mengingat kisah anaknya ini. Menurut dia, Polisi ini merupakan sosok pendiam dan sangat penurut sekali sebagai seorang anak. Ia mengakui bahwa polisi ini anak yang berbakti.

Polisi ini tidak lulus Sekolah Dasar (SD). Sebelumnya, sempat diberitakan bahwa polisi ini seorang mahasiswa.

“Dia tidak lulus SD, karena saya tidak mampu menyekolahkannya. Saya tidak mampu membiayainya, karena memang saya tidak bekerja. Dia anak yatim, sudah ditinggal mati bapaknya sejak usianya tujuh tahun. Tapi, sampai sekarang dia tidak pernah protes kenapa tidak disekolahkan sampai lulus SMA,” ceritanya.

Menurut dia, saat ini, polisi menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja serabutan, atau yang pasti bekerja sebagai tukang bangunan. Usianya sekarang sudah 22 tahun. Ia mengaku sangat bersyukur memiliki anak seperti polisi. Bagi dia, polisi ini sangat pemalu sekali.

Halaman
123