Ganang disebut menderita penyakit langka.
Direktur Pendidikan RSI Sultan Agung Semarang, dr Ken Wirastuti menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa memang tidak ada istilah melahirkan dalam kasus ini.
"Jadi saya luruskan, tidak ada yang namanya seorang laki-laki melahirkan. Itu pemberitaan yang tidak benar dan membodohi masyarakat. Kasus ini memang sangat langka," kata Ken.
Perut membesar sejak kecil
Berdasarkan informasi, sejak kecil hingga dewasa, perut Ganang diketahui membuncit.
Karena kondisi perutnya yang membesar itu, Ganang kesulitan untuk bergerak bebas.
Terkadang dia harus membusungkan dada untuk beraktivitas.
"Oleh warga dan teman-teman sebayanya, Ganang dikenal laki-laki tulen. Sejak kecil perutnya sudah besar. Bahkan akhir-akhir ini sebelum kejadian itu, ia mengeluh kesakitan pada perutnya dan kesulitan bernapas," kata warga setempat, Jamal.
Merebaknya kabar ini sontak langsung mengejutkan warga setempat.
• Viral Video Sopir Taksi Online Tak Mau Hidupkan AC Lantaran Penumpang Pakai Promo
Saat didatangi, beberapa warga pun langsung menunjukkan bukti makam yang diduga menjadi lokasi bersemayamnya bayi yang ada di perut Ganang.
Sebuah makam baru selayaknya kuburan bayi dengan dua kayu nisan tanpa nama berukuran kecil.
"Ini makam yang kabarnya bayi di perut Ganang, Mas. Kemarin hanya pihak keluarga Ganang yang hadir pada prosesi pemakaman. Karena tetangga tidak dikasih tahu," kata Ahmad, warga setempat.
Ibu kandung Ganang, Sri Munastatik, mengatakan, sejak Ganang berusia 1,5 tahun muncul benjolan di bagian perut kanan yang terus membesar.
Sementara itu, mulai dalam kandungannya hingga melahirkan terpantau normal, tak merasakan gejala yang mencurigakan.