Kasus pembunuhan sadis ini menyisakan kisah pilu terutama bagi dua anak korban yang berada di rumah saat kedua orangtuanya terbunuh.
Kembali melansir dari Tribun Pekanbaru, Alifah hanya bisa menangis di dalam rumah, sementara Asyifah yang bisu menangis di luar rumah.
Keduanya menangis saat Masutama Siregar datang ke rumah korban.
Astaga! Seorang Ibu Suruh Anaknya Pipis di Mangkuk Saat di Restoran, Alasannya Bikin Geram!
Setibanya di rumah korban, Masutaman mendengar suara tangisan anak Ali.
Ia pun membuka pintu depan rumah tersebut.
"Waktu saya buka pintu depan, anaknya langsung lari ke arah saya sambil menangis memeluk kaki saya," kata Masutama.
Saat itu juga, Masutama menyaksikan di depan kamar korban, Saripa ditemukan tergeletak bersimbah darah.
Lari dari Kejaran Api saat Kebakaran Besar di California, Pria Ini Lihat Penampakan Janggal di Pohon
Melihat kondisi itu, Masutama pun ketakutan.
Kemudian ia langsung memanggil Ponijan dan rekannya yang sempat berpapasan sebelum mendatangi rumah korban.
Saat itu pukul 07.00 WIB, Ponijan dan yang lainnya pun mendatangi rumah korban namun tidak menemukan adanya kejanggalan.
"Saya datang bersama seorang rekan saya dan memanggil dari luar rumah namun tidak ada jawaban," kata Ponijan.
Hidup dengan Tumor di Wajah, Begini Kisah Pilu Ahmad Romadhon
Tanpa rasa curiga, Ponijan meninggalkan rumah tersebut. Di perjalanan, Ponijan berpapasan dengan Masutama Siregar yang juga hendak ke rumah Ali dan Saripa.