Gunung Agung Telah Alami 3 Kali Gempa Tremor Non-Harmonic, Artinya. . .

Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hasil pengukuran tiltmeter terhadap Gunung Agung di Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem, Senin (9/10/2017).

- Vulkanik Dangkal
(Jumlah : 100, Amplitudo : 2-5 mm, Durasi : 6-15 detik)

- Vulkanik Dalam
(Jumlah : 150, Amplitudo : 4-7 mm, S-P : 1-2.5 detik, Durasi : 7-30 detik)

- Tektonik Lokal
(Jumlah : 14, Amplitudo : 6-7 mm, S-P : 5-7 detik, Durasi : 35-90 detik)

Diketahui, gempa yang sama bukan kali ini saja terjadi.

Usai Resepsi, ini Potret Kegiatan Laudya Cynthia Bella di Malaysia, No 5 Manis Banget!

Sejak ditetapkan berstatus awas, diketahui gempa tremor non-harmonik sudah terjadi tiga kali.

Berkaitan dengan hal ini, Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana menyatakan tidak semua gempa tremor diikuti letusan.

Adapun, gempa tremor yang terjadi terus menerus bisa memicu letusan.

Gempa tremor non-harmonic sering juga disebut Spasmodic Burst atau Spasmodic Tremor.

Pergerakan tersebut merupakan rentetan beberapa gempa vulkanik dimana satu gempa muncul sebelum gempa sebelumnya selesai. (Tribunwow.com/Dhika Intan)