1. TNI harus menjaga negara
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Dadang Rusdiana mengaku setuju dengan pidato yang disampaikan Presiden Jokowi.
"Tentu Pak Jokowi sedang mengkritik selama ini ada petinggi-petinggi yang melakukan langkah politik praktis yang kemudian melupakan fungsi dan peranan TNI," kata Dadang, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/10/2017) sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Amel Alvi Beberkan Tarif Gunakan Jasanya, Durasi Main Satu Setengah Jam!
Dadang pun menjelaskan sudah seharusnya aparat TNI bersikap netral terhadap politik.
"Oleh karena itu, saya kira kita harus menggarisbawahi pernyataan Pak Jokowi di hari TNI ini agar TNI tetap pada khithahnya sebagai yang menjaga negara. Politiknya kebangsaan, bukan politik praktis," lanjut dia.
2. Wajar Jokowi ingatkan prajuritnya
Diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, ujaran Presiden Jokowi soal politik negara dan TNI rasanya tak perlu ditanggapi.
Selalu Dipuji, Mendadak Gempi Diserang Haters, Begini Ungkapan Kemarahan Gisel Bela Anaknya
Hal ini, dijelaskannya lantaran Presiden memang memiliki hak untuk mengarahkan para prajuritnya.
"Presiden itu kan pengarahan kepada Prajurit, pengarahan kepada TNI. Itu tidak boeh ditanggapi," ucap Wiranto usai menghadiri HUT ke-72 TNI sebagaimana dikutip dari Tribunnews.
Lebih lanjut, dikatakan Wiranto, hal yang dilakukan Jokowi memang sangat wajar mengingat Presiden merupakan Panglima tertinggi TNI.
"Sangat logis dan wajar kalau seorang bapak, seorang Panglima selalu mengingatan kepada prajurit apa yang selalu taat kepada yang disumpahkannya," ujarnya.
Beredar Rekaman Pernyataan Sosok Mirip Eggi Sudjana yang Bikin Murka Pemuda Hindu
"Pesannya adalah, presiden sebagai bapak dan panglima TNI mengingatkan bahwa mereka adalah Bhayangari bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagai pengawal dan bangsa Indonesia," katanya.