Aura Magis Makin Kental saat Ratusan Umat Hindu Lantunkan Mantra Mohon Pengampunan

Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ratusan sulinggih menggelar ritual Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam di Pura Er Jeruk, Sukawati, Minggu (1/10/2017)

TRIBUNWOW.COM – Suasana hening di Pura Er Jeruk, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar, seketika riuh dengan alunan mantra dan lentingan suara genta, Minggu (1/10/2017).

Sebanyak 100 orang suling Siwa-Bhuda tampak khusyuk dalam doanya.

Dalam ritual Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam itu, para seulinggih beserta ratusan umat Hindu memohon pengampunan, karena tidak bisa menjaga keseimbangan alam, sehingga terjadi ancaman erupsi Gunung Agung.

 

Pantauan Tribun Bali, aura magis sangat kental dalam prosesi ini.

Karena ini, sejumlah umat yang bhatinnya tidak kuat, tampak menitikkan air mata.

Kisah Mistis di Gunung Agung Bali, Pemandu Saksikan Sendiri Pendaki Mendadak Lumpuh

Bahkan ada pula yang bengong tanpa berkata apapun, hanya fokus pada pemujaan.

Mereka tampak menghayati setiap lantuan doa yang disuarakan para pedanda. 

“Kami mohon pengampunan Ratu Bhatara, ampuni kami yang tidak bisa menjaga alam ini. Mohon ampunan-Mu. Maafkan kebodohan kami selama ini, yang tidak bisa menjaga karunia-Mu,” ujar seorang umat sembari menitikkan air mata.

Selain meminta pengampunan, dalam ritual tersebut para sulinggih melakukan pengelukatan massal untuk para umat.

Hal tersebut bertujuan supaya saat Gunung Agung mengalami erupsi, mereka terhindar dari bencana alam. 

Kondisi Terkini Gunung Agung Masih Kritis, Magma Terus Cari Celah ke Permukaan!

Ketua Panitia Ritual Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam, Ida Bagus Putu Wirawan mengatakan, ritual ini dilakukan untuk meminta pengampunan atas dosa umat dan leluhur, yang telah mengusik keseimbangan alam.

Menurut dia, ancaman erupsi Gunung Agung merupakan bentuk peringatan dari Ida Sang Hyangan Widhi karena abai terhadap Konsep Tri Hita Karana. 

Karena itu, melalui ritual ini, umat meminta pengampunan.

Halaman
12