"Pagi itu diantar sekolah sama ayahnya (Ariyanto) tapi lalu tidak masuk sekolah dan keluar lagi sama temannya dari SMP 3," tuturnya yang dilansir dari Tribunnews.com
2. Ikut trek-trekan
Semenjak memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah, korban rupanya berusaha mencari pekerjaan.
"Sempat kerja jaga toko di Pasar Lawang. Dia tidak mau sekolah lagi, ikut teman-temannya," ujar ibu korban.
Rupanya, korban yang berinisial EPN tersebut merupakan anak yang pendiam.
Namun, dirinya sering ketus saat diajak berbicara dengan orang lain.
• Bocah Laki-laki Ini Memilih Hidup Sebagai Waria, Netizen Salahkan sang Ibu
Sang ibu korban juga mengungkapkan jika korban juga kerap ikut trek-trekan.
"Dia ikut teman-temannya, trek-trekan (balapan). Tapi saya yakin itu bukan inisiatif dia sendiri untuk ikut-ikut seperti itu," ujar ibu korban yang bekerja berjualan tahu bakso.
3. Pelaku dan Korban pesta miras bersama.
Dilansri dari Surya.co.id, pelaku ini menghabisi korban sesaat setelah pesta minuman keras (miras) di dekat lokasi kejadian.
Saat itu, korban dan pelaku ini bersama teman-teman lainnya. Diperkirakaan peserta pesta miras itu lebih dari lima orang.
Saat asyik pesta miras, mobil patroli Polsek Purwodadi pun melintas. Di sana, pelaku , korban dan teman-temannya berlarian ketakutan.
Mereka berlari sekencang-kencangnya tanpa ada tujuan. Mereka takut ditangkap polisi.
Kebetulan, korban dan pelaku ini berlari bersamaan. Mereka bersembunyi di sebuah gubuk persawahan itu.