Senjata laras panjang Suda Suwarna jenis AK 101 beserta satu unit magasin berisi 3 peluru hampa dan 27 peluru karet dirampas oleh penyerang.
Hingga kemarin, penyerang dan pelaku perampasan senjata itu masih belum ditemukan.
Muncul spekulasi, pelaku penyerangan dan perampasan senjata itu dari kelompok teror.
Mayjen TNI Komaruddin mengatakan, TNI selalu bersinergi dengan kepolisian dan pemerintah, termasuk dalam kewaspadaan terhadap potensi radikalisme dan terorisme.
“Pokoknya, apapun program kepolisian dan pemerintah, tentara mendukung seratus persen,” ujar Pangdam.
Sementara itu, dalam kuliah umumnya di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja kemarin, Mayjen TNI Komaruddin menekankan agar para mahasiswa menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan falsafah bangsa.
Mahasiswa harus menjadi generasi terdidik yang tetap berjiwa kebangsaan dan patriotik.
Fakta soal Bumbu Mi Instan yang Katanya Penyebab Kanker
"Mahasiswa baru harus siap mental menghadapi perkembangan zaman. Mereka harus berjiwa pejuang demi kemajuan nusa dan bangsa," katanyadi Auditorium Undiksha.
Di tengah keadaan bangsa yang dinamis saat ini, jelas Pangdam, selama empat bulan bertugas di Pulau Dewata dirinya terus berkeliling menyosialisasikan empat konsensus bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
Pihaknya pun berpesan agar generasi muda menjunjung tinggi lima sila dalam Pancasila sebagai landasan untuk bertindak dalam pelaksanaan pendidikan di kampus maupun kehidupan bermasyarakat.
Menurut Komaruddin, Pancasila sudah merupakan harga mati dan tidak perlu dibahas lagi maupun didiskusikan.
"Pancasila harus diterapkan. Bukan dibahas-bahas lagi," tutur dia. (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)
Berita ini sudah tayang di Tribun Bali dengan judul: WASPADA! 50 Orang ISIS Terdeteksi di Bali, Keberadaannya Tersebar