TRIBUNWOW.COM - Sempat heboh kabar pemerintah tengah mengkaji mengenai perpindahan Ibu Kota Negara.
Beberapa opsi lokasi pengganti yang tepat pun sudah ditilik pemerintah.
Namun, pemerintah masih enggan mengungkapkan secara terbuka mengenai opsi-opsi daerah tersebut.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro sempat mengungkapkan fakta baru mengenai opsi pengganti Ibu Kota Negara pada 26 April 2017 silam.
"Pokoknya di luar Jawa," ujar Bambang Brodjonegoro.
Usul Fahri Hamzah Bubarkan KPK dan Komnas HAM, Warganet: DPR Bubarin Aja!
Ia tak ingin ada spekulasi terkait lokasi pengganti Ibu Kota Negara tersebut untuk menghindari naiknya harga tanah di lokasi tersebut.
Bambang juga mengungkapkan, pemindahan Ibu Kota Negara hanyalah sebatas pemindahan pusat pemerintahan.
Sekretaris Fraksi NasDem Syarif Abdullah Alkadrie mengungkapkan jika Jakarta sebaiknya hanya berstatus pusat bisnis.
Baginya pemindahan Ibu Kota Negara adalah sebuah kebutuhan.
Menurutnya, Ibu Kota Negara harus dipindah ke luar jawa.
Tampaknya, rencana tersebut akan ditangani serius oleh pemerintah.
Melansir dari Kompas.com, Bambang kembali mengungkapkan bahwa pemerintah telah mebahas rencana detail pemindahan ibu kota ini bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Senin (3/7/2017).
Pada perbincangan terakhirnya dengan Presiden, Bambang mengatakan kajian pemindahan ibu kota, termasuk skema pendanaan, akan selesai tahun ini.
"Maka tahun 2018 atau 2019 sudah mulai ada kegiatan terkait dengan pemindahan pusat administrasi pemerintahan," kata Bambang, di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat.