Penyerangan di Mapolda Sumut

Naik Pangkat Usai Terbunuh, Begini Sosok Polisi Korban Penyerangan Mapolda Sumut

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolda Sumut, Irjen Rycko Amelza Dahniel bersama Waka Polda, Brigjen Agus memberangakatkan Ipda (anumerta) Martua Sigalingging di kamar jenazah RS Bhayangkara Poldan Sumut, Minggu (25/6/2017)

TRIBUNWOW.COM - Almarhum Aiptu Maratua Sigalingging, seorang anggota Polda Sumut yang menjadi korban penyerangan Mapolda Sumut, Minggu (25/6/2017), mendapatkan kenaikan pangkat.

Melansir dari Tribun Medan, ia mendapatkan kenaikan pangkat setingkat menjadi Ipda (anumerta) Maratua Sigalingging.

Diketahui, pangkat tersebut adalah pangkat milik perwira pertama.

Hal ini diketahui saat Kapolda Sumut, Irjen Rycko Amelza Dahniel memberangkatkan jenazah dari kamar jenazah RS Bhayangkara, Minggu (25/6/2017).

Fakta Pelaku Penyerangan Mapolda Sumut, Tiga Terakhir soal Dugaan Anggota ISIS

"Sebelum jenazah diberangkatkan, kepada Ipda Anumerta Maratua Sigalingging, hormat grak," ucapnya sembari mengangkat tangan kanannya.

Anggota Provost Polda Sumut, Aiptu R Nainggolan mengaku kenal dekat dengn almarhum. Katanya, korban terkenal disiplin dan humoris.

"Piketnya rajin kali," katanya

Tak hanya itu, sosok Martua ini juga dikenal sebagai sosok yang aktif di kegiatan gereja.

Satu Polisi Tewas Digorok, Ini Poin-poin Lengkap Peristiwa Penyerangan di Polda Sumut

Pihak Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Payabadauh melakukan pemberangkatan terakhir untuk alhmarhum setelah pihak GPI Sidang Payabado mendatangi jenazah di RS Bhayangkara.

Kembali melansir dari Tribun Medan, terlihat beberapa pengurus gereja dan jemaat yang datang untuk melakukan doa pemberangkatan untuk jenazah.

Gembala GPI Sidang Payabado, Pendeta Drs M Pasaribu mengatakan gereja tempat korban beribadah itu berkewajiban untuk melihat dan sekaligus mengurusi urusan korban termasuk membawakan pakaian korban.

"Jadi setelah mendengar kabar korban yang merupakan jemaat kami, maka kami bertanggungjawab untuk melihat dan mendoakan korban. Kami telah membawa pakaian korban dari kosnnya," ungkapnya, Minggu (25/6/2017).

Ia juga menjelaskan bahwa Aiptu Martua Sigalingging semasa hidupnya sangat aktif di kegiatan-kegiatan gereja terkhusus untuk kaum bapak.

Halaman
12