Emil mengungkapkan jika komunikasi antara partai yang dahulu mendukungnya pada Pemilihan Wali Kota Bandung, Gerindra dan PKS kini mengalami kendala.
Lantaran kendala tersebut, hingga kini kesepakatan pun belum tercapai dan ada sejumlah syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh Kang Emil.
Sedangkan bersama Partai Nasdem, komunikasi berjalan mulus dan kesepakatan telah tercapai.
"Jadi kalau ada orang yang bully saya anak durhaka, meninggalkan partai, enggak juga. Saya ngomong ke PKS untuk dukung saya, PKS bilang ingin mendahulukan kadernya. Saya ngomong ke Gerindra, Gerindra minta syarat sesuatu yang belum bisa saya lakukan," tuturnya.
"Partai lain masih (minta saya) menunggu. Waktu ngobrol ke Nasdem, Nasdem enggak banyak pertimbangan karena sudah merasa yakin, kemudian mendeklarasikan. Pilihan menerima Nasdem karena Nasdem tidak memaksa saya jadi anggota partai dan tidak ada mahar, utamanya itu," tegas Emil.
Menurutnya, di dunia politik tidak ada rumus yang kaku, meski menurutnya di Jawa Barat pemikiran tersebut masih mendominasi.
"Di Jawa Barat ini, orang masih berpikir politik matematika. Kalau rumusnya A+B, sekarang tetap begitu. Padahal berbeda situasi kan, A+B nya memberikan syarat-syarat yang saya enggak bisa lagi ikuti rumus itu," tandasnya.(TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)