Disebut 'Anak Nakal' Oleh Gerindra, Ridwan Kamil Beri Tanggapan Mengejutkan!

Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Wulan Kurnia Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil saat berbincang dengan Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

Djarot Geram dan Tidak Terima Ahok Diperlakukan Seperti Ini

Disebut "anak nakal", Ridwan Kamil pun angkat bicara.

Ia menyatakan sebutan tersebut adalah hal yang keliru.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui usai berkunjung ke kantor DPKLTS, Jalan Riau, Jumat (21/4/2017) (KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI)

"Kalau ada yang berkomentar dikutip media mencitrakan seolah-olah saya tidak berterima kasih, saya kira keliru. Definisi terima kasih itu kan sudah saya tunjukkan. Saya ini Ketua Timses Prabowo (di Kota Bandung) pada 2014. Dengan begitu, Jokowi hanya menang di satu kecamatan, Prabowo 29 (kecamatan). Jadi poin saya adalah tidak betul saya tidak berterima kasih," ungkapnya saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com, Senin (15/5/2017).

Emil pun menyatakan komunikasi politik dirinya dan Gerindra dan PKS yang mendukungnya dalam bursa Wali Kota Bandung lalu, memang mengalami beberapa kendala.

Djarot Bawa Banyak Titipan Untuk Ahok Saat Kunjungi Rutan Mako Brimob

"Jadi kalau ada orang yang bully saya anak durhaka, meninggalkan partai, enggak juga. Saya ngomong ke PKS untuk dukung saya, PKS bilang ingin mendahulukan kadernya. Saya ngomong ke Gerindra, Gerindra minta syarat sesuatu yang belum bisa saya lakukan," tuturnya.

Ia juga menerangkan pertimbangannya menerima tawaran Nasdem lantaran partai tersebut tak mensyaratkan banyak hal.

"Partai lain masih (minta saya) menunggu. Waktu ngobrol ke Nasdem, Nasdem enggak banyak pertimbangan karena sudah merasa yakin, kemudian mendeklarasikan. Pilihan menerima Nasdem karena Nasdem tidak memaksa saya jadi anggota partai dan tidak ada mahar, utamanya itu," tambahnya. (Tribunwow.com/Dhika Intan)