Mengiris Hati! Seperti Ini Kisah Pilu Korban Serangan Gas Sarin di Suriah

Penulis: Ika Alya Iqlima Ghaisani
Editor: Galih Pangestu Jati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mazin Yusif (13) menceritakan tentang serangan kimia

"Aku sedang berada di rumahku. Aku tak dapat bernapas, tapi sekarang aku mulai membaik. Aku tak tahu keadaan keluargaku. Aku sama sekali tak tahu apa pun," jawabnya.

Pertemuan Darurat PBB Tak Mengambil Sikap Apapun

Seorang anak dalam perawatan (CNN)

Nikki Haley, perwakilan Amerika Serikat, membawa sebuah foto anak-anak yang mulutnya berbusa sebagai bukti serangan itu.

"Jika Rusia benar-benar memiliki pengaruh seperti yang mereka klaim, buktikan! Berapa anak lagi yang harus dikorbankan agar Rusia sadar?" ujar Haley sang Ketua Dewan.

Rusia, sebagai sekutu Suriah, jelas membuktikan mereka takkan mengambil aksi apa pun dan tak mendukung jalan keluar yang diungkap oleh Amerika Serikat, Perancis, Inggris.

Rusia sendiri sudah menggunakan hak veto sebagai anggota permanen Dewan Keamanan setidaknya tujuh kali dalam urusan ini.

Pada hari Rabu (5/4/2017), anggota Dewan Keamanan menutup diskusi ini tanpa mengambil suara.

Kembali Jadi Moderator di Debat Pilkada Putaran ke-2, Akankah Ira Koesno Lakukan Kesalahan Ini Lagi?

Tak ada satupun yang berbicara setelah meninggalkan ruangan.

Perwakilan Suriah untuk PBB, Mounzer Mounzer, menolak dengan keras bahwa pemerintahannya bertanggungjawab.

Ia juga mengatakan bahwa kelompok teroris yang seharusnya bertanggung jawab atas kematian warga Idlib.

"Suriah juga mengatakan bahwa Militer Suriah Arab tak memiliki andil dalam senjata kimia," ujarnya, seperti dikutip dari CNN.com.

"Kami tak pernah menggunakannya, dan takkan pernah," lanjutnya. (CNN.com/TribunWow.com/Alya Iqlima)