Moody's dalam risetnya yang dirilis tiga pekan lalu, Jumat (27/1/2017) menyebut kebijakan baru berupa pelarangan ekspor mineral mentah dan konsentrat yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia berdampak negatif terhadap Freeport.
"Hal ini karena kemampuan untuk melakukan perbaikan akan membutuhkan waktu yang lebih lama," tulis Moody's. Lembaga pemeringkat ini memberi rating B1 CFR, positive outlook untuk Freeport.
Sebagaimana diketahui, Freeport saat ini tengah terbelit utang karena kegagalan perusahaan ini menjalankan bisnis migas. Investasi yang besar yang dikeluarkan tidak mendatangkan hasil karena harga minyak yang lesu.
Pergerakan saham Freeport ini berkebalikan dengan bursa AS yang pada dini hari tadi ditutup menguat. (Kompas.com)