'Rahasia' SBY dan Antasari dalam Kupasan Tulisan Yusril Tahun 2010 Masih Populer

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Rimawan Prasetiyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yusril Ihza Mahendra, saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (5/4/2015).

TRIBUNWOW.COM - "Perseteruan" Antasari Azhar vs Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ramai jadi perbincangan sejak minggu lalu hingga saat ini masih menggema.

Berawal dari kehadiran Antasari di Bareskrim Polri, Selasa (14/2/2017) yang mendesak SBY untuk mengungkapkan kriminalisasi yang telah menjeratnya. 

Antasari menuding SBY sebagai aktor intelektual di balik kasus Nasruddin.

Ia merasa dikriminalisasi karena enggan menuruti keinginanan SBY agar besannya, Aulia Pohan tidak ditahan KPK. 

Tudingan ini menjadi kilas balik terhadap ungkapan Yusril di balik Kasus Antasari hingga Susno Duadji yang pernah ditulis Tribunnews.com 4 Oktober 2010 silam. 

Tulisan ini mendadak populer dan masih diminati pembaca hingga saat ini, Senin (20/2/2017).

Yusril ungkap kasus IT KPU.

Saat itu, Yusril menyebut kondisi negara di bawah pemerintahan SBY-Boediono semakin tragis.

Negara seperti tidak hadir ketika terjadi ketidakadilan di mana-mana sehingga terjadi berbagai kekerasan yang dilakukan masyarakat. 

Menurut Yusril, ketidakadilan ini berawal dari amburadulnya Pemilu 2009 yang dimenangi SBY-Boediono.

Ia lantas mengungkap kasus IT KPU yang diusut KPK saat diketuai Antasari Azhar.

Namun unjungnya, Antasari malah dijebloskan ke penjara atas tuduhan pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen. 

Ia mengungkap KPK menjadi mandul saat Bibit Samad Rianto-Chandra Hamzah dijadikan tersangka saat sedang mengusut kasus bailot Bank Century. 

Komjen Susno Duadjo juga senasib.

Berikut tulisan Yusri Ihza Mahendra kepada Tribunnews.com.

Halaman
1234