Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka, Kegiatan 1 Bab 6 Halaman 252
Simak kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka, Bab 6 Halaman 252
Penulis: Magang TribunWow
Editor: Yonatan Krisna
TRIBUNWOW.COM - Simak kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka, Bab 6 Halaman 252.
Buku ini ditulis oleh Fadillah Tri Aulia, Sefi Indra Gumilar, dan Alvian Kurniawan yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan dengan ISBN 978-623-118-376-7.
Sebelum membaca artikel ini siswa harus mengerjakan secara mandiri terlebih dahulu.
Adanya kunci jawaban digunakan untuk membantu orang tua atau wali untuk mengoreksi hasil belajar anak.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka, Kegiatan 1 Bab 6 Halaman 249
Kunci Jawaban Bab 6 Halaman 252.
1. Perasaan yang ingin diungkapkan penyair
Jawaban: Bachtiar mengungkapkan perasaan penyair yang sedih, haru, iba, dan empati terhadap seorang gadis kecil yang menjadi pengemis di kota.
Penyair merasa sedih melihat gadis kecil yang hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan, tetapi tetap tersenyum dan bermimpi tentang dunia yang lebih indah.
Penyair juga merasa haru dan iba melihat gadis kecil yang memiliki jiwa yang murni dan tidak kenal duka, tetapi tidak dapat membagi dukanya dengan siapa pun.
Penyair juga merasa empati terhadap gadis kecil yang hidup di tengah-tengah keriuhan kota yang tidak memiliki jiwa dan tidak peduli dengan nasibnya.
Penyair berharap gadis kecil itu dapat hidup lebih baik dan bahagia, tetapi juga menyadari bahwa kematian mungkin menjadi akhir dari semua penderitaannya.
2. Nada dan suasana yang terkandung
Jawaban: Puisi “Gadis Peminta-Minta” karya Toto S. Bachtiar memiliki nada sedih dan suasana pilu yang menggambarkan kehidupan seorang gadis kecil yang menjadi pengemis di kota.
Penyair menggunakan kata-kata yang menggambarkan kemiskinan, kesepian, ketidakberdayaan, dan kematian yang dialami oleh gadis kecil tersebut.
Penyair juga menunjukkan rasa simpati dan empati terhadap gadis kecil tersebut, tetapi juga menyadari bahwa dia tidak dapat membantunya.
Penyair juga mengkritik kota yang tidak memiliki jiwa dan tidak peduli dengan nasib gadis kecil tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Cover-Buku-Bahasa-Indonesia-untuk-SMA-Kelas-10-dan-Cover-Bab-6.jpg)