Breaking News:

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Cerita Siswa setelah di Barak Militer, Ada yang Dihukum Masuk Kolam Lele hingga Ingin Jadi Tentara

Sejumlah siswa telah selesai melakukan pendidikan berkarakter di barak militer yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kompas.com/Faqih Rohman Syafei
SISWA BARAK - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menangis saat memeluk siswa peserta program pendidikan berkarakter usai melaksanakan upacara Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Sate, Selasa (20/5/2025). Sejumlah siswa telah selesai melakukan pendidikan berkarakter di barak militer yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah siswa telah selesai melakukan pendidikan berkarakter di barak militer yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Diketahui, program pendidikan di barak militer itu termasuk dipusatkan di Lembang, Jawa Barat.

Sejumlah siswa pun memberikan kesan saat 2 minggu berada di sana.

Baca juga: Cara Daftarkan Pendidikan di Barak Militer ala Dedi Mulyadi untuk Kota Depok, Ada Batas Usianya

Tak hanya menjadi lebih disiplin, mereka juga merasakan perhatian dan perlakuan hangat dari para pelatih TNI yang membimbing mereka. 

Fajril Ramadhan, siswa kelas 11 SMA Negeri 2 Cikarang Selatan, mengaku mendapat banyak pelajaran hidup dari pelatihan ini. 

Ia yang sebelumnya kecanduan gim, sering bolos, dan kurang menghormati orangtua, kini mulai memahami arti keluarga dan kedisiplinan. 

“Ada keinginan buat belajar jadi lebih baik,” ujar Fajril saat ditemui Kompas.com di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (20/5/2025). 

Salah satu momen yang paling membekas bagi Fajril adalah ketika ia dan kelompoknya dihukum diceburkan ke kolam lele karena salah satu peserta membawa rokok. 

“Ketika teman-teman ada membawa rokok ketahuan diceburin ke kolam lele sampai basah semua,” katanya. 

Meskipun demikian, ia menganggap pengalaman tersebut sebagai bentuk pembelajaran dan peringatan agar mematuhi aturan. 

Siswa lain, Rafael Zafriandi Sijabat (17) dari Cimahi, juga merasakan dampak serupa. 

Baca juga: Kata Siswa yang Ikuti Program Barak Militer setelah Sebelumnya Suka Membolos: Awal-awal Sempat Sedih

Sebelum mengikuti program, ia mengaku sering merokok, bolos sekolah, bahkan mengonsumsi alkohol. 

Kini, dia bertekad tak ingin mengulanginya.

Bahkan, melihat ketegasan para pelatih, Rafael bercita-cita ingin menjadi tentara. 

“Awalnya iseng-iseng dan didukung orangtua juga. Dipikir-pikir lumayan untuk melatih diri agar bisa lebih baik lagi. Dan cita-cita ingin jadi tentara sekalian coba,” ujarnya. 

Ia pun mengalami hukuman yang sama saat satu peletonnya kedapatan melanggar aturan. 

Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada kekerasan fisik selama pelatihan. 

“Jiwa korsa lebih tinggi aja,” ucapnya tentang kebersamaan yang terbangun. 

Siswa lainnya, MRJ, juga membantah adanya perlakuan kasar. 

Ia justru mengaku dengan pelatihan yang diberikan, kini dia mulai meninggalkan kebiasaan bermain gim secara berlebihan. 

“Sekarang sudah sadar akhirnya, enggak boleh menyia-nyiakan waktu. Jadi lupa sama gim online karena banyak teman di sana. Makannya juga enak, terus di sana jam 22.00 WIB sudah harus tidur setiap hari. Janji mau dikurangi main gimnya.” 

Para siswa kompak menyatakan tidak pernah mengalami kekerasan fisik selama program berlangsung. 

Mereka malah diajarkan rutinitas positif seperti bangun pagi, shalat subuh, senam, belajar, dan baris-berbaris. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Para Siswa Ceritakan Perlakuan TNI yang Ubah Hidup Mereka 2 Pekan di Barak Militer."

Sumber: Kompas.com
Tags:
Jawa BaratDedi MulyadiBarak MiliterSiswa
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved