Ledakan Amunisi Kadaluwarsa di Garut
Ngadu ke Dedi Mulyadi, Korban Ledakan Amunisi: Sebenarnya Bukan Diledakkan, Mau Direndam Air Laut
Korban selamat dalam insiden ledakan amunisi kedaluwarsa TNI, memberikan pernyataan di hadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sementara itu, Ilmansyah (26), salah satu korban selamat, juga menyinggung tentang air laut.
Ketika ditemui Tribun Jabar di rumahnya pada hari Selasa, Ilmansyah mengaku selamat karena diminta mengambil air laut saat ledakan terjadi.
Air laut itu digunakan untuk mengisi tandon air di sekitar lokasi.
"Waktu kejadian saya disuruh ambil air ke laut, kakak saya masih terlihat waktu itu, tapi tiba-tiba ada ledakan. Saya berteriak 'A Iyus di mana, A Iyus di mana,'" kata Ilmansyah dikutip dari Tribun Jabar.
Ilmansyah berhasil selamat, tetapi kakaknya tewas dalam ledakan itu.
Baca juga: Sosok Warga Sipil yang Tewas dalam Ledakan Amunisi di Garut, Ikut Memilih hingga Susun Senjata TNI
Kronologi Ledakan Menurut TNI
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan kronologi kejadian yang menewaskan 13 orang ini. Ke-13 korban tewas itu terdiri atas empat anggota TNI dan 9 orang warga sipil.
Brigjen Wahyu menyebut tim penyusun amunisi dari TNI sebelumnya sudah melakukan pengecekan personel dan lokasi pemusnahan.
Lahan yang dipergunakan untuk memusnahkan amunisi tak layak ini merupakan lahan milik BBKSDA Garut yang sudah biasa digunakan karena lokasinya jauh dari pemukiman warga.
Setelah dirasa aman, bom yang tak layak digunakan lalu dimusnahkan anggota TNI.
"Tim penyusun amunisi ini menyiapkan dua lubang sumur, lalu tim pengamanan masuk dan dinyatakan aman hingga dilakukan peledakan di dua sumur tadi," kata Wahyu, Senin, (12/5/2025).
Tim juga menyiapkan satu lubang lagi untuk menghancurkan sisa detonator yang ada.
"Nah, saat tim penyusun tim amunisi menyusun amunisi aktif yang tak layak pakai di lubang itu, tiba-tiba terjadi ledakan hingga akibatkan 13 orang meninggal dunia karena ledakan," kata Wahyu.
"Lokasi disterilkan petugas khawatir masih ada beberapa bahan bahaya yang perlu diamankan."
"Soal penyebabnya masih dilakukan penyidikan oleh TNI AD, termasuk korban sipil," ujar Wahyu.
Pihaknya juga ikut menyampaikan ucapan duka bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sumber: Tribunnews.com
Pernah Ikut Kerja di Tempat Peledakan Amunisi Garut, Pendi Ungkap Kengerian hingga Sistem Bayarannya |
![]() |
---|
Anak Korban Ledakan Amunisi Kadaluwarsa di Garut Bisa Jadi Prajurit TNI AD, Siap Diberi Pendampingan |
![]() |
---|
Ngadu ke Dedi Mulyadi, Korban Ledakan Amunisi: Sebenarnya Bukan Diledakkan, Mau Direndam Air Laut |
![]() |
---|
Pengurus Desa soal Warganya Tewas di Ledakan Amunisi Garut: Tak Mungkin Mulung, Lokasi Dijaga Ketat |
![]() |
---|
Sosok Warga Sipil yang Tewas dalam Ledakan Amunisi di Garut, Ikut Memilih hingga Susun Senjata TNI |
![]() |
---|