Breaking News:

Kasus Korupsi Minyak Mentah

Hotman Paris Sentil Komentar Ngotot Ahok soal Mega Korupsi Minyak Mentah: Aduh Ahok, Malu Dong

Hotman Paris beri komentar sentilan kepada Ahok terkait dengan gaya serta komentar menggebu-gebu mengenai korupsi minyak mentah.

Editor: adisaputro
Instagram @basukibtp @hotmanparisofficial
Kolase sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) dan Hotman Paris (kanan). Hotman Paris beri komentar sentilan kepada Ahok terkait dengan gaya serta komentar menggebu-gebu mengenai korupsi minyak mentah. 

TRIBUNWOW.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea secara blak-blakan menyentil hingga mengaku muak terkait dengan gaya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok seusai mengomentari kasus mega korupsi soal minyak mentah.

Menurut Hotman Paris, Ahok yang dulunya Komisaris Pertamina seharusnya melakukan permohonan maaf ke publik.

Mengingat, menurutnya, tugas Komisaris Utama adalah melakukan pengawasan.

Bahkan, Hotman Paris juga turut menyindir gaji pendapatan yang didapatkan Ahok semasa masih menjadi Komisaris Utama di Pertamina.

"Hei, Ahok!. Ahok! Saya lagi di Singapura panas lihat gaya lu yang ngotot, ngotot, di semua medsos. Kamu kan komisaris. Komisaris utama dengan gaji miliaran di Pertamina. Tugas komisaris adalah mengawasi," kata Hotman Paris Hutapea dikutip akun Instagram pribadinya Minggu (2/3/2024).

Baca juga: Kelakar Ahok Blak-blakan Bandingkan Pilkada Jakarta 2017 dengan 2024: Adem Tidak Ada Jualan Ayat

"Termasuk mengawasi pelanggaran yang terjadi sekecil apapun. Apalagi ini Mega pelanggaran. Benar-benar Pelanggaran yang sangat besar," lanjut Hotman.

Menurut Hotman, ia menyarankan agar Ahok lebih baik meminta maaf ke publik terlepas dirinya bersalah atau tidak dalam mengawasu Pertamina.

"Sekiranya kamu pun tidak tahu, setidaknya kamu harusnya mengatakan permintaan minta maaf kepada publik. Terlepas kau bersalah atau tidak. (Akan) tetapi gayamu itu ngotot, ngotot. Aduh Ahok. Malu dong. Itu tugas kamu sebagai komisaris,” lanjut Hotman.

"Komisaris kan digaji untuk mengawasi. Bahkan (mengawasi) pencurian imeskaia asatu sen tidak boleh luput dari pengawasan komisaris. Ini contoh.

Apalagi ini megaproyek. Kalau pun kamu tidak tahu atau tidak bersalah,, setidaknya kamu menyatakan turut bersalah atau minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Jauh lebih jantan lagi jika kamu mengembalikan seluruh gaji kamu,” pintanya.

Ahok…ahook…Jangan ngotot kamu.  Emang kamu siapa sih? Siapa sih lu di Indonesia ini, Ahok. Ngotot kek apa. Lu nggak ada apa-apanya kok,” pungkasnya.

Baca juga: Komentar Ahok seusai Mencoblos di TPS 60 Pluit: Bandingkan dengan 7 Tahun Lalu, Singgung Ayat Mayat

Sebagaimana diketahui, Ahok turut buka suara terkait kasus mega korupsi yang terjadi di tubuh Pertamina.

Diketahui, Ahok pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina pada tahun 2019-2024.

Sementara untuk kasus korupsi tata kelola minyak yang tengah diselidiki terjadi pada kurun waktu 2018-2023.

Hingga akhirnya, nama Ahok kemungkinan turut terpanggil oleh Kejaksaan Agung.

Mengetahui hal itu, Ahok mengaku dengan senang hati jika dirinya mendapatkan proses pemanggilan itu.

Ahok mengaku memiliki bukti rekaman dan notulen di setiap rapat saat menjadi Komisaris Utama Pertamina.

Rekaman itu bakal menjadi bukti bagaimana selama ini perusahaan migas terbesar di Indonesia tersebut dalam melakukan pekerjaannya.

Sejak bekerja di Pertamina, Ahok sudah curiga dengan gerak-gerik para Direksi Utama.

Ahok juga merasa heran, Petral yang dibubarkan karena berisi mafia justru kembali menjadi Dirut.

"Petral (sarang mafia) dibubarkan, tapi kenapa orang Petral jadi Dirut Patra Niaga? Jangan tanya pada saya, Anda tanya Menteri BUMN dong," tegas Ahok dikutip dari kanal YouTube Narasi yang tayang Sabtu (1/3/2025).

"Saya curiga, ini ada permainan bekas satu Dirut PT Niaga dipecat. Saya tidak tahu, tapi diduga karena dia tidak mau menandatangani pengadaan aditif," terang Ahok.

Lebih lanjut, Ahok membeberkan jika akar masalah tentang blending Pertamax dengan Pertalite bermula dari pengadaan aditif.

Zat aditif disebutkan dalam pembelaan Pertamina tentang isu pengoplosan.

Pihak pertamina menyebut, zat aditif ditambahkan untuk meningkatkan performa mesin kendaraan.

Hal itu jadi bantahan Pertamina mengenai pengoplosan Pertamax dengan Pertalite atau Premium.

"Jadi pengadaan aditif ini melibatkan oknum di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) malahan, menurut isu oknum BPK ini jadi backing supaya Pertamina ini membeli aditif ini dengan transport dengan tender yang tidak sah."

"Saya dengar itu saya panggil datang ini semua ada rapat. Dalam berita acara, saya tanya ini gak bisa, terus ditakut-takutin kalo enggak tanda tangan di SPBU gak ada barang," jelas Ahok.

Tindak-tanduk mencurigakan itu terjadi ketika Ahok masih menjabat sebagai Komut Pertamina.

Meskipun sudah memberikan arahan untuk tak melakukan pengadaan terpisah, pada nyatanya, permainan itu tetap saja masih berjalan.

"Padahal saya bilang, mana bisa tender dipisah antara transport dengan aditif. Lalu karena transport lebih mahal, eh dikalahkan. Aditif yang lebih murah."

"Dirutnya kalau tanda tangan, gue akan laporin nih dirutnya. (Saat itu) dirutnya ga mau tanda tangan, itu bisa dicari Patra Niaga siapa namanya, orang Telkom, saya enggak usah sebut namanya. MK, singkat aja lah," jelas Ahok menambahkan.

"Menurut saya ini permainan sudah lama yang masing-masing penguasa tidak mau stop. Makanya orang takut saya jadi Dirut, demo-demo."

"Kalau saya jadi Dirut, saya bisa langsung pecat dirut-dirut subholding. Karena untuk ke notaris saya yang putuskan dan saya tidak pernah takut dengan Menteri BUMN manapun selama saya benar," tegasnya lagi.

(TribunWow.com)

 

 

Tags:
Hotman ParisBasuki Tjahaja Purnama (BTP)minyak mentah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved