Perang Israel Vs Hamas
Teror Israel ke Lebanon Makin Ganas, Dewan Keamanan PBB Ambil Tindakan
Pertemuan darurat kembali dilakukan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil sikap atas teror Israel terhadap Lebanon.
Penulis: ElfanNugg
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pertemuan darurat kembali dilakukan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil sikap atas teror Israel terhadap Lebanon.
Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera, pertemuan yang dipelopori oleh Perancis tersebut diadakan pada hari Rabu (25/9/2024).
Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati mengajukan permohonan kepada Dewan Keamanan PBB karena Israel telah menewaskan 620 warga Lebanon dalam kurun waktu tiga hari.
Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Noel Barrot, melakukan rundingan dengan Amerika Serikat dan mengupayakan gencatan senjata sementara.
Baca juga: Israel Terlalu Kejam, PBB Tuntut untuk Segera Akhiri Perang dengan Palestina
Dalam pertemuan darurat di markas besar PBB di New York, Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati mengatakan Israel telah melanggar kedaulatan Lebanon dengan mengirimkan pesawat tempur dan pesawat tak berawak.
Mikati mengatakan tindakan de-eskalasi sangat diperlukan.
Hal itu dikarenakan Israel telah melancarkan serangan udara secara besar-besaran, menyerang perangkat komunikasi, dan melayangkan ancaman invasi darat terhadap Lebanon.
Teror yang disebarkan Israel secara bertubi-tubi menyebabkan seluruh warga Lebabnon ketakutan.
"Saya dapat kembali ke negara saya dengan membawa sikap tegas dari PBB yang menyerukan penghentian agresi ini dengan penghormatan terhadap kedaulatan dan keselamatan negara saya," kata Mikati kepada 15 anggota PBB.
Pada hari Rabu (25/9/2024), serangan bom yang dilancarkan Israel telah menewaskan 72 orang dalam sehari.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan tiga hari belakang merupakan hari paling berdarah dalam sejarah Lebanon.
"Dalam beberapa hari terakhir kami telah bekerja sama dengan Amerika pada platform gencatan senjata sementara selama 21 hari dan memungkinkan negosiasi," kata Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Noel Barrot.
Baca juga: Majelis Umum PBB Tuntut Israel Segera Menarik Diri dari Palestina Maksimal 12 Bulan
Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, mengatakan Washington berharap usulan gencatan senjata ini akan meredakan konflik dan memungkinkan kedua belah pihak berdiskusi untuk mencapai solusi secara diplomatik.
"Tidak seorang pun menginginkan perang besar pada tahun 2006 terulang kembali," kata Wood.
Pada tahun 2006, Israel melakukan serangan terhadap Hizbullah dan menewaskan tiga Tentara Israel, yaitu Wassim Nazal, Eyal Benin, dan Shani Turgemen.
| Hamas akan Nyatakan Kemenangan dalam Perang Gaza Lawan Israel setelah Kesepakatan Gencatan Senjata |
|
|---|
| Tentara Israel IDF Diklaim Alami Rugi Besar di Jabalia, Disebut Lakukan Serangan Tanpa Arah |
|
|---|
| Kegagalan Intelijen Israel pada 7 Oktober Buktikan Hamas Sulit Disusupi |
|
|---|
| Ali Khamenei Sebut Tak Butuh Pasukan Proksi: Pejuang Perlawanan Bertempur atas Keyakinan Sendiri |
|
|---|
| Ali Khamenei Tegas Teheran Katakan Tidak Butuh Pasukan Proksi seperti Hizbullah-Houthi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Dewan-Keamanan-PBB.jpg)