Breaking News:

Perang Israel vs Hamas

Distribusi Bantuan di Gaza Hampir Krisis: Lantas Mengapa AS Tidak Campur Tangan?

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa ancaman terhadap pengiriman bantuan di di Gaza telah mencapai tingkat krisis.

Penulis: ElfanNugg
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AFP/OMAR AL QATTA
Anak-anak Palestina duduk di gerobak yang penuh dengan jerigen sambil menunggu untuk mengisinya dengan air di sebuah sekolah yang hancur sebagian yang digunakan sebagai tempat berlindung di kamp pengungsi Jabalia, di Jalur Gaza utara pada Senin (3/6/2024), di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas Palestina. 

TRIBUNWOW.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa ancaman terhadap pengiriman bantuan di Gaza telah mencapai tingkat krisis.

Alasannya, dikarenakan Israel terus melancarkan perang terhadap warga Palestina.

PBB terpaksa menghentikan hampir semua operasi bantuan di Gaza setelah Israel mengeluarkan serangkaian perintah evakuasi.

Program Pangan Dunia PBB untuk sementara akan menghentikan perjalanan di Gaza setelah salah satu kendaraannya diserang saat mendekati pos pemeriksaan Israel. 

Baca juga: Israel Tak akan Pergi dari Gaza dalam Waktu Dekat, Ungkap Masa Depan Perang dengan Hamas

Cindy McCain, Kepala Program Pangan Dunia (WFP), mengatakan tentang insiden pada hari Selasa (27/8/2024) itu.

"Ini benar-benar tidak dapat diterima dan merupakan insiden keamanan terbaru yang tidak perlu yang telah membahayakan nyawa tim WFP di Gaza , dikutip dari The Guardian.com, Kamis (29/8/2024). 

Adanya insiden tertembaknya kendaraan bantuan yang akan meluncur di Gaza, tentunya membuat terhambatnya bantuan yang akan di berikan kepada Warga Palestina yang berada di Gaza. 

Anak-anak yang berada di Gaza mengalami kekurangan gizi yang dan juga virus polio yang terus meningkat akibat kekurangan vaksin yang seharusnya diberikan kepada anak-anak yang berada di Gaza.

Ahli hukum juga mengatakan bahwa pemblokiran bantuan kemanusiaan yang seharusnya diberikan kepada warga sipil dan serangan terhadap pekerja bantuan dianggap sebagai kejahatan perang. 

Baca juga: IDF Frustrasi Hadapi Taktik Hamas, Tiru Bikin Terowongan, Ternyata Terbaca dan Diledakkan Al Qassam

PBB juga memperingatkan tentang jumlah korban yang mengerikan di kalangan warga sipil di Gaza. 

Hal ini diketahui bahwa  pasokan makanan yang tidak memadai mengalami peningkatan 300 persen, dilansir Al Jazeeranews. 

"Pada saat yang sama, kekurangan gizi merajalela. Pasien yang menderita kekurangan gizi memiliki efektivitas yang jauh lebih rendah saat mengonsumsi vaksin ini, jadi jelas kita membutuhkan makanan untuk memastikan bahwa vaksin benar-benar berfungsi", dilansir Al Jazeeranews.

Baru-baru ini, virus polio di Gaza muncul kembali.

Seruan dikeluarkan oleh PBB untuk "jeda kemanusiaan" selama tujuh hari dalam perang. 

Hal ini bertujuan untuk memungkinkan para pekerja bantuan dan kemanusiaan untuk bersikulasi dengan aman di wilayah Gaza tersebut. 

Baca juga: Hotel Tempat Netanyahu Menginap Disebar Belatung oleh Aktivis Pro-Palestina di AS, Videonya Viral

Pendukung seperti Hassan El-Tayyab, yang merupakan seorang Direktur Legislatif untuk Kebijakan Timur Tengah yang tergabung di Friends Committee on National Legislation (FCNL), meyakini bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dapat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan jeda kemanusiaan itu. 

"Tekanan diplomatik benar-benar besar," kata Hassan El-Tayyab. (Joe) Biden harus menggunakan mimbarnya untuk menyerukan jeda polio selama tujuh hari sekarang juga", dikutip dari Al Jazeeranews, Kamis (29/8/2024). 

Pemerintahan Joe Biden telah mengisyaratkan kepada pihaknya agar bersedia untuk mendukung upaya pemberantasan polio.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Perang Israel Vs HamasIsraelHamasAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved