Liga 1
Skema Transfer Grade A Persis Solo: Kontradiktif dengan PSIS Semarang, Pasoepati & Snex-Panser Cek
Skema transfer grade A Persis Solo, kontradiktif dengan PSIS Semarang, Pasoapeti dan Snex-Panser cek sebabnya.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Skema transfer grade A Persis Solo, kontradiktif dengan PSIS Semarang, Pasoapeti dan Snex-Panser cek sebabnya.
Dilansir TribunWow.com, pergerakan transfer dua tim Jawa Tengah, Persis Solo dan PSIS Semarang sangat kontradiktif satu sama lain.
Beberapa musim yang lalu, Persis Solo dan PSIS Semarang sama-sama bergerak mematikan dalam mendatangkan pemain anyar grade A baik lokal maupun asing.
Namun, di awal musim ini, pergerakan Persis Solo dan PSIS Semarang jelas berbeda.
Baca juga: Tetangga Berisik Semakin Mengusik: Persebaya Surabaya & Persis Solo Lebih Digdaya dari Arema & PSIS?
Baca juga: Kota Atlas Sudah Disesaki 7 Asing: Sudah Ikut Latihan PSIS Semarang, 1 Masih Sebatas Umbar Kode Kuat
Untuk pemain lokal, Persis Solo lebih memilih untuk menggaet para bintang berpengalaman di Liga 1.
Setidaknya sudah ada empat nama di mana satu nama itu juga berasal dari PSIS Semarang.
Keempat nama yang dimaksud adalah Mochammad Zaenuri (Dewa United), Rizky Dwi (Arema FC), dan Giovani Numberi (PSIS Semarang).
Hal berbeda dilakukan PSIS Semarang dalam perekrutan pemain lokal.
PSIS Semarang memilih untuk mendatangkan dua pemain lokal sementara.
Di mana, secara kualitas jam terbang di Liga 1, PSIS Semarang masih kalah ketimbang Persis Solo.
Tercatat, PSIS Semarang baru mendatangkan dua nama di antaranya adalah Aulia Rahman (Persita Tangerang) dan Wildan Ramdhani (Persebaya Surabaya).

Baca juga: PSIS Semarang Balas Persis Solo, Sindir Menohok dengan Video Perkenalan: Jangan Pakai yang Rusak
Tak hanya dalam perekrutan pemain lokal, asing pun Persis Solo lebih aman secara jam terbang ketimbang PSIS Semarang.
Persis Solo disinyalir bakal mendatangkan striker asal Swiss mantan top skor Dewa United, Karim Rossi.
Bahkan, sosoknya sudah dikabarkan di Indonesia dan tengah melakoni sesi pemotretran.
Selain Karim Rossi, 3 bek calon intaian Persis Solo juga bukan kaleng-kaleng yakni Anderson Salles (pengalaman di Bhayangkara FC, Marcelo Pereira (Timnas Honduras) dan Jordan Jarvis.
Mungkin hanya Jordan Jarvis yang belum teruji secara kualitas jika benar didatangkan Persis Solo.
Catatan itu kontradiktif jika dibandingkan PSIS Semarang.
Memang, secara pemain asing, PSIS Semarang menjadi yang tercepat dalam penyusunan ketimbang Persis Solo.
Namun daftar pemain yang masuk membuat PSIS Semarang bak melakukan perjudian.
Mengingat, mayoritas pemain asing PSIS Semarang atau separuh dari jumlah belum pernah main di Liga Indonesia.
Sebut saja Roger Bonet, Joao Ferarri, Abdallah Sudi dan Yuto Morita yang santer bakal menyusul diumumkan.
Terlebih lagi, kiblat PSIS Semarang yakni Liga Malta yang secara kualitas berada di bawah Liga Indonesia.
Meski alami perbedaan kontras secara kualitas, namun, di atas lapangan lah menjadi ajang pembuktiannya.
Menarik dinantikan derbi Jawa Tengah jilid pertama Persis Solo kontra PSIS Semarang.

Mulai Memanas
Saling lempar sindiran dimulai saat Persis Solo mengumumkan kedatangan mantan pemain PSIS Semarang, Giovani Numberi.
Dalam konsep perkenalan Giovani Numberi, Persis Solo menceritakan tentang barista yang kebingungan saat ingin menggunakan dispenser.
Sempat memilih tombol berwarna biru, barista tersebut bingung dengan air yang keluar tidak sesuai dengan keinginan.
Baca juga: Keluar Dadakan dari PSIS & Dibuang Klub UEA, Carlos Fortes Reuni dengan Mantan Kesayangan PSS Sleman
Hingga akhirnya, pemain anyar Persis Solo, Giovani Numberi datang dan turut memberikan masukannya.
"Jangan pilih yang biru, kau pilih yang merah," ujar Giovani Numberi pada video yang diunggah pada Selasa (2/7/2024).
Sontak, sang barista mengikuti arahan dari fullback eks PSIS Semarang itu.
Tak lama berselang, giliran PSIS Semarang membalas video itu dengan konsep serupa.
Kali ini, PSIS Semarang menggunakan video perkenalan Fernandinho untuk memberikan sindiran menohok kepada Persis Solo.
Bahkan, dalam video perkenalan itu, Fernandinho mengatakan soal larangannya untuk menggunakan sesuatu yang rusak.
Baca juga: Super Agen Indonesia Turun Gunung Goda 3 Bintang Bidikan Persis Solo? Pasoepati Dijamin Jatuh Hati
Entah apa maksutnya, namun secara konsep dan alur cerita, video perkenalan Fernandinho memang diperuntukkan guna membalas Persis Solo.
"Kau pilih merah percuma," ujar Fernandinho.
"Makanya jangan pilih yang rusak," lanjutnya.
Saling berbalas video sindiran hanya sekedar memanaskan tensi kedua tim yang dikenal dengan rivalitas tinggi.
Bukan diperuntukkan untuk provokasi satu sama lain.
Patut dinantikan bagaimana kiprah kedua pilar anyar Persis Solo dan PSIS Semarang dalam gelaran Liga 1 2024/2025.
(TribunWow.com/Adi Manggala S)
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News