Breaking News:

Terkini Daerah

6 Kejanggalan Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana di Subang, Kata Saksi Mata hingga Polisi

Inilah 6 kejanggalan atau keanehan terkait kecelakaan maut bus Pariwisata Putera Fajar di Ciater Subang, Jawa Barat.

deanza falevi/tribun jabar
Bus parawisata yang mengangkut para siswa dan tenaga pendidik SMK Lingga Kencana Depok yang terguling di Gerbang 2 Pemandian Air Panas Sari Arter, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) malam. Sebanyak 11 orang meninggal dunia. 

Ditjen Hubdat saat ini telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk terus melakukan investigasi mendalam terkait kecelakaan tersebut.

Baca juga: 3 Kisah Pilu Korban Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana, Ada Siswa Tulang Punggung Keluarga

3. Bus Sempat Diperbaiki

Adewiah, seorang saksi mata dalam kecelakaan bus itu, melihat kondektur sempat memperbaiki bus sebelum berangkat.

Adewiah adalah seorang guru yang mendampingi para siswa SMK Lingga Kencana di dalam bus Trans Putera Fajar yang mengalami kecelakaan pada Sabtu malam, (11/5/2024), pukul 18.48 WIB itu.

Dia tidak mengetahui bus itu mengalami masalah apa.

Akan tetapi, Adewiah menyebut kondektur memperbaiki mobil saat jam istirahat untuk makan malam.

"Kata anak-anak yang melihat memperbaiki mobil tersebut. Kondektur memperbaiki di bagian rem, diduga remnya blong," ujar Adewiaah di Puskesmas Palasari pada Minggu dini hari, (12/5/2024), dikutip dari Tribun Jabar.

4. Mesin Bus Bermasalah

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Subang, Asep Setia Permana, juga menyebut bus mengalami permasalahan.

"Jadi informasi yang kami dapat bahwa bus tersebut sempat mengalami permasalahan pada mesin saat berhenti di salah satu warung," kata Asep, Minggu (12/5/2024).

Asep mengatakan menurut keterangan para saksi, mesin bus sempat tak terdengar menyala.

Di samping itu, lampu utama dan klakson juga disebut mengalami masalah.

"Selain itu, keterangan saksi mata juga melihat sebelum kejadian mesin bus terdengar tidak menyala, hanya lampu hazard saja yang dinyalakan, lampu utama tidak nyala hingga klakson tidak terdengar," katanya.

Asep menyebut bus pembawa rombongan SMK itu sudah tua dan beroperasi sejak tahun 2006.

Baca juga: 4 Fakta Kecelakaan Maut Bus Rombongan SMK di Ciater Subang, Kronologi hingga Cerita Saksi Mata

5. Oli Bus Sempat Bocor

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
CiaterSubangJawa BaratKecelakaanKecelakaan di CiaterSMK
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved