Idul Fitri 2024
Setelah Idul Fitri, Lebih Baik Mengutamakan Puasa Syawal atau Ganti Utang Puasa Ramadhan?
Ustaz Abdul Somad atau UAS, menjelaskan tentang lebih diutamakan mana puasa syawal atau puasa ganti Ramadhan, setelah Hari Raya Idul Fitri.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Hukum bagi umat Islam untuk menjalankan puasa syawal adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).
Seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah yang berbunyi:
"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun" (HR. Muslim).
Baca juga: Tata Cara Puasa Syawal 6 Hari setelah Lebaran Idul Fitri 2024, Dilengkapi Bacaan Niatnya
Namun, selama menjalankan puasa ramadan sebulan penuh, banyak umat muslim terutama wanita batal puasanya karena suatu hal.
Wanita biasanya batal menjalankan puasa dikarenakan mengalami haid.
Jika seorang Muslim batal puasa selama di bulan Ramadan, dia harus menggantinya dengan puasa ganti atau puasa qadha.
Lebih Didahulukan Mana Puasa Syawal atau Puasa Ganti Ramadan?
Ustaz Abdul Somad atau biasa dipanggil UAS, menjelaskan tentang lebih diutamakan mana puasa syawal atau puasa ganti Ramadhan, setelah Hari Raya Idul Fitri.
Menurut Ustaz Abdul Somad, puasa ganti atau puasa qadha merupakan ibadah yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.
"Ibu-ibu yang kemarin punya utang 7 hari, nanti selesai Ramadhan masuk bulan Syawal Qadha (puasa ganti) dulu 7 hari," jelasnya, dikutip dari TribunStyle.com.
"Nanti setelah puasa 7 hari baru puasa 6 (Puasa Syawal)," imbuhnya.
Meskipun begitu, kata UAS, orang yang sudah menjalankan puasa ganti diperbolehkan untuk tidak melaksanakan Puasa Syawal.
Menurut UAS, orang yang sudah melaksanakan puasa ganti atau qadha, sudah mendapatkan pahala Puasa Syawal.
"Namun jika tidak bisa, ibu bisa puasa Qadha saja," ungkap UAS.
"Siapa yang puasa Qadha 6 hari di bulan Syawal, otomatis dapat pahala sunnah Syawal," imbuhnya.
Puasa Syawal
Dikutip dari Tribunnews.com, Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Shidiq, M.Ag mengatakan bahwa puasa syawal dilakukan enam hari di bulan Syawal, yaitu hari kedua Syawal (sehari setelah hari raya Idul Fitri) dan seterusnya.
Sumber: Tribunnews.com
Apakah Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Syawal Boleh Digabung? Begini Jawaban Buya Yahya |
![]() |
---|
Batas Akhir Puasa Syawal 2024, Dilengkapi Tata Cara dan Bacaan Niatnya |
![]() |
---|
Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan 6 Hari secara Beruntun? Apakah Boleh jika Tidak Berurutan? |
![]() |
---|
Kecelakaan Beruntun Libatkan 3 Mobil di Tol Cipali pada Senin Pagi, 1 Orang Tewas, 2 Luka Ringan |
![]() |
---|
Arus Balik Lebaran 2024 Senin 15 April: One Way Kalikangkung-Cipali, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek |
![]() |
---|