Liga 1
Transfer Kejutan di Bumi Kalimantan: Persib & Arema FC Kans Dibikin Bingung oleh Borneo FC & Barito
Transfer kejutan di Bumi Kalimantan, Persib Bandung dan Arema FC kans dibikin bingung oleh Borneo FC dan Barito Putera, berikut sebabnya.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: adisaputro
Terkini, Borneo FC juga pernah difasilitasi untuk menjalin kerjasama dengan klub Liga Utama Portugal, Portimonense SC pada akhir tahun lalu.
Kedekatan dan hubungan harmonis antara Borneo FC dengan Antony Telles disinyalir bakal jadi stimulus utama pindahnya David da Silva ke Pesut Etam musim depan.
2. Arkhan Fikri (Arema FC--> Barito FC)
Tak mau kalah dari saudara satu pulau, Borneo FC, Barito Putera juga turut membuat gebrakan dengan membidik gelandang potensial Timnas Indonesia milik Arema FC, Arkhan Fikri.
Masuknya nama Arkhan Fikri ke dalam lis belanja Barito Putera diungkap oleh akun seputar sepak bola Indonesia, @gozipbola, Selasa (2/4/2024).
"RUMOURS !!! Arkhan Fikri diminati Barito Putera," tulis @gozipbola.
Lantas, bagaimana kans Barito Putera untuk bisa mengamankan tanda tangan Arkhan Fikri musim depan?
Merujuk pada durasi kontraknya bersama Arema FC, sulit nampaknya bagi Barito Putera untuk bisa mendapatkan Arkhan Fikri.
Bagaimana tidak, klub yang bermarkas di Stadion Demang Lehman itu harus membayarkan 3 musim lebih kontrak tersisa Arkhan Fikri bersama Arem FC yang baru akan usai pada 2027 mendatang.
Dengan market value berada di angka Rp 2,61 Miliar.
Opsi paling potensial yakni dengan mengajukan proposal peminjaman kepada Arema FC musim depan dengan tawaran menarik di dalam klausul tertera.
Lebih lanjut, sejatinya, Barito Putera memiliki asa untuk bisa mendapatkan Arkhan Fikri.
Dengan syarat, Arema FC terdegradasi ke Liga 2 2024/2025 musim depan.

Baca juga: Sinyal Transfer Mengejutkan: Persebaya Gerogoti Arema? Pilar yang Digandrungi Aremania Kans Membelot
Pastinya, Arkhan Fikri bakal berpikir dua kali jika harus ikut Arema FC bermain di kasta kedua Liga Indonesia.
Mengingat, secara pengalaman dan jam terbang bersama Timnas Indonesia di usianya yang ke-19 tahun membuatnya wajib terus konsisten berkarier di kasta teratas bahkan sampai dengan abroad untuk terus bisa dipantau Shin Tae-yong dan kolega.