Breaking News:

Kabinet Jokowi

PDIP Sebut Alasan Mahfud MD Mundur dari Menkopolhukam karena Jokowi, Singgung Kasus Eddy Hiariej

Saat ditanya soal pengganti Mahfud MD, Hasto malah menjawab soal kasus pra peradilan Mantan Wamenkumham Eddy Hiariej.

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/1/2020). Saat ditanya soal pengganti Mahfud MD, Hasto malah menjawab soal kasus pra peradilan Mantan Wamenkumham Eddy Hiariej. 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memberikan pernyataan soal mundurnya Mahfud MD dari Menkopolhukam, Kamis (1/2/2024).

Dikutip dari YouTube Kompas TV, Hasto Kristiyanto menyebut alasan Mahfud MD mundur dari jabatannya karena ikut campur Presiden Jokowi.

Hasto menganggap Jokowi sudah mengambil alih posisi yang kini ditempati oleh Mahfud MD tersebut.

Baca juga: Mahfud MD Mengundurkan Diri, Istana Bicara soal Penggantinya, Siapa Cocok Jadi Menkopolhukam?

"Mundurnya Prof Mahfud juga sebagai bagian ketika fungsi-fungsi Polhukam sudah langsung diambil alih oleh Bapak Jokowi," ujar Hasto.

"Sehingga tentu kami mengharapkan ketika rakyat sudah menyampaikan sikap seperti itu ada perubahan dan masih ada waktu 13 hari ke depan untuk kita melakukan perubahan dan mengedepankan kampanye yang menggembirakan."

Saat ditanya soal pengganti Mahfud MD, Hasto malah menjawab soal kasus pra peradilan Mantan Wamenkumham Eddy Hiariej.

"Yang punya integritas seperti Pak Mahfud siapa lagi, karena ini sudah bukan persoalan orang, ini persoalan sistem," ujar Hasto.

Menurutnya, kasus Eddy Hiariej sudah mendapat manipulasi hukum setingkat Mahkamah Konstitusi.

"Kami mendapat kabar bahwa berbagai upaya-upaya pemberantasan korupsi terkait dengan kasus yang terakhir tentang menangnya praperadilan dari Wamenkumham itu disinyalir terkait dengan lobi-lobi yang dilakukan di Mahkamah Konstitusi untuk memanipulasi hukum," kata Sekjen PDIP itu.

"Sehingga kemunduran Prof Mahfud adalah seruan moral agar 13 hari ke depan itu betul-betul dapat ditegakkan etika, norma, dan pranakan politik yang baik."

Baca juga: Kata TKN Prabowo-Gibran hingga Menteri Kabinet Jokowi soal Pengunduran Diri Mahfud MD: Semua Baik

Diberitakan sebelumnya, Mahfud MD mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menkopolhukam di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengunduran diri Mahfud MD itu disampaikan langsung dengan sejumlah surat yang akan diserahkan ke Presiden Jokowi, Rabu (31/1/2024).

Dengan pengunduran diri Mahfud MD, jabatan Menkopolhukam akan kosong padahal Kabinet Jokowi masih akan bekerja hingga Oktober 2024 mendatang.

Cawapres 03 tersebut mengatakan sudah lama menyusun rencana pengunduran dirinya.

"Saya memang sudah lama bersepakat dengan Pak Ganjar menunggu momentum. Satu momen situasi yang tepat itu disusun melalui pembicaraan dengan Pak Ganjar, partai pengusung Ganjar-Mahfud, dengan istana juga."

"Maka hari ini saya sudah membawa surat untuk presiden untuk disampaikan langsung soal masa depan politik saya yang belakangan ini jadi pembicaraan publik."

Baca juga: Mahfud MD Mundur dari Kabinet Jokowi, Sudah Bawa Surat Pengunduran Diri hingga Tunggu Pertemuan

Sementara saat ini, Mahfud MD menunggu presiden kembali beragenda di Jakarta untuk melakukan pertemuan bersama.

"Dan surat ini disampaikan begitu ketemu presiden, begitu saya diberi waktu saya sampaikan langsung surat ini."

Menkopolhukam mengatakan ingin mundur secara terhormat.

"Saya dulu diangkat dengan penuh kehormatan dengan sungguh-sungguh, saya percaya Beliau dan bekerja dengan hati-hati, dan InsyaAllah baik, oleh sebab itu karena kami menerima tugas dengan saling menghormati saya akan pamit baik-baik," kata Mahfud MD.

"Saya sampaikan surat ini begitu dijadwalkan diterima oleh Presiden, ada di Jakarta Kamis, secepat kami tiba di Jakarta secepat bertemu."

Mahfud MD ingin mengundurkan diri secara beretika dengan bertemu langsung dengan Jokowi menunggu pertemuan itu terlaksana.

"Tidak boleh tinggal gelanggang colong playu, karena etika, ekspresi dari kejujuran, penghayatan keagamaan dan kesantunan budaya. Maka saya tak akan mengatakan apa-apa sebelum bertemu presiden."

"Saya menerima pengangkatan dengan hormat, saya akan pamit dengan hormat, saya akan melaporkan saya sudah selesai. Itu saja." (TribunWOw.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
PDIPMahfud MDMenkopolhukamJokowiEddy Hiariej
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved