Perang Israel Vs Hamas
Nyawa Ribuan Tentara Israel di Gaza Terancam, Terserang Wabah Menular hingga Kena Gangguan Mental
Selain mental, fisik tentara pertahanan Israel Defense Forces (IDF) di Gaza kini juga diuji oleh wabah penyakit menular.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM – Beratnya medan pertempuran di Gaza membuat ribuan tentara Israel terkena gangguan mental.
Selain mental, fisik tentara pertahanan Israel Defense Forces (IDF) kini juga diuji oleh wabah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Shigella.
Direktur Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Umum Asuta di Ashdod Israel, Tal Brosh mengatakan, ada 18 tentara IDF yang harus dievakuasi dari Gaza gara-gara bakteri Shigella.
Mereka pun dibawa ke pelatihan brigade untuk mendapatkan perawatan insentif seusai mengalami serangan penyakit pencernaan pasca-tertular wabah tersebut.
Baca juga: Perubahan Emily, Anak Israel yang Dibebaskan Hamas, Jadi Lebih Welas Asih dan Peduli Orang Lain
“Sekitar 18 tentara terjangkit penyakit usus. Para pejuang dievakuasi dari Jalur Gaza dan menerima perawatan medis setelah mereka terserang diare parah, disertai muntah dan lonjakan suhu tubuh hingga lebih dari 40 derajat, yang merupakan ciri penyakit berbahaya dari bakteri Shigella,” jelas pengumuman surat kabar Israel Yedioth Ahronoth.
Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab dari munculnya wabah penyakit ini.
Akan tetapi, paramedis di Rumah Sakit Umum Asuta di Ashdod Israel meyakini penularan wabah bakteri Shigella di kalangan tentara IDF akibat dari kurangnya kebersihan di gudang makanan, mengingat belakangan ini stok makanan dari restoran dan warga Israel kepada tentara pendudukan di Jalur Gaza mengalami penumpukan.
Ribuan Tentara Israel Kena Penyakit Mental
Tak hanya penyakit menular, mengutip dari surat kabar Yaman Roya News hampir 80 persen tentara Israel yang berada di medan tempur juga mengalami gangguan mental selama melakukan penyerangan ke Jalur Gaza.
Jumlah tersebut melonjak tajam usai PM Israel Netanyahu meningkatkan intensitas perang dengan militan Hamas, di tiga pekan pertama perang hanya ada 200 tentara yang menderita penyakit mental.
Namun kini total tentara IDF yang mengalami gangguan mental mencapai 2.000 orang.
Baca juga: Berapa Bantuan yang Sudah Diterima Palestina saat Israel dan Hamas Lakukan Gencatan Senjata?
Mengantisipasi bertambahnya pasukan yang terkena penyakit mental, pemerintah Israel kini mulai mendirikan dua pusat kesehatan mental di bagian selatan wilayah kependudukan Israel yang dilengkapi dengan hotline untuk konsultasi, serta akses ke psikolog dan psikiater.
“Sejak serangan 7 Oktober lalu, sebanyak 2.000 tentara Israel telah menerima bantuan psikologis akibat gangguan kejiwaan yang memicu perasaan murung, cemas, merasa tidak tegang, dan perasaan kesulitan saat perang," kata Otoritas Penyiaran Israel.
Sementara itu, pasca PM Netanyahu melontarkan deklarasi perang terhadap Hamas, setidaknya Israel telah mobilisasi 300.000 tentara cadangan ke wilayah Gaza.
Namun karena perlawanan militan Hamas yang gigih membuat ratusan tentara Israel gugur sejak serangan 7 Oktober 2023. Sementara 1.600 tentara lainnya dilaporkan mengalami cacat fisik permanen akibat serangan pejuang Palestina. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wabah Menular dan Penyakit Mental Serang Tentara Israel di Gaza, Nyawa IDF Kian Terancam
Sumber: Tribunnews.com
Hamas akan Nyatakan Kemenangan dalam Perang Gaza Lawan Israel setelah Kesepakatan Gencatan Senjata |
![]() |
---|
Tentara Israel IDF Diklaim Alami Rugi Besar di Jabalia, Disebut Lakukan Serangan Tanpa Arah |
![]() |
---|
Kegagalan Intelijen Israel pada 7 Oktober Buktikan Hamas Sulit Disusupi |
![]() |
---|
Ali Khamenei Sebut Tak Butuh Pasukan Proksi: Pejuang Perlawanan Bertempur atas Keyakinan Sendiri |
![]() |
---|
Ali Khamenei Tegas Teheran Katakan Tidak Butuh Pasukan Proksi seperti Hizbullah-Houthi |
![]() |
---|