Terkini Daerah
Detik-detik Anggota Polairud Tembak 4 Nelayan, Berawal dari Korban Mau Cari Ikan Pakai Bahan Peledak
Empat orang nelayan menjadi korban penembakan oleh anggota Direktorat Polisi Perairan (Polairud) saat sedang mencari ikan di perairan Pulau Cempedak.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Empat orang nelayan bernama Putra, Ucok, dan Alung, menjadi korban penembakan oleh anggota Direktorat Polisi Perairan (Polairud) saat sedang mencari ikan di perairan Pulau Cempedak, Sulawesi Tenggara.
Penembakan empat nelayan dari Desa Cempedak, Kecamatan Laonti, Konawe Selatan ini terjadi pada Jumat (24/11/2023), sekitar pukul 05.00 WITA.
Satu di antara korban tersebut yang bernama Maco, dinyatakan tewas, setelah tertembak di bagian bawah leher kanan, dan menderita luka sayatan di lutut dan tangan.
Baca juga: Oknum Polisi Tipu Teman Rp 225 Juta, Modus Janjikan Proyek tapi Tak Terealisasi, Begini Nasibnya
Sementara itu, dua korban lainnya kini dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Santa Ana Kota Kendari, Sultra.
Sedangkan satu korban lainnya mendapat perawatan khusus di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).
Atas peristiwa penembakan ini, seorang anggota Polairud berinisial Bripka A, telah ditangkap dan ditahan di tempat khusus (dipatsus) selama 30 hari mulai Sabtu (25/11/2023), guna menjalani pemeriksaan.
"Untuk update bahwa ada 1 anggota Ditpol air Polda Sultra yang sudah diamankan dalam rangka riksa an Bripka A," kata Kabid Propam Polda Sultra, Kombes Mochamad Sholeh, Sabtu (25/11/2023).
Bripka A saat ini bertugas sebagai bintara di Direktorat polisi Perairan (Ditpolair) Polda Sultra.
Selain menagani Bripka A, Propam mengamankan 1 pucuk senjata api laras panjang SS1V5 yang digunakan saat berpatroli malam itu.
"Saru pucuk senpi laras lanjang SS1V5 beserta saty buah magazen yang berisi 3 butir peluru," kata Sholeh.
Kronologi Penembakan
Insiden penembakan tersebut saat para nelayan berangkat mencari ikan dengan menggunakan kapal bodi.
Identitas empat nelayan korban penembakan ini yakni Maco, Putra, Ucok, dan Alung.
Saat baru berjalan sekitar 100 meter dari bibir pantai, kapal yang ditumpangi empat nelayan tersebut diadang polisi dari Polairud Polda Sultra.
Ketiga oknum polisi yang mengadang sedang berpatroli. Mereka menggunakan kapal jolor atau kapal kayu mesin.
Para anggota polisi yakni Bripka RP dan Bripka AR melakukan patroli dengan mengenakan pakaian preman dan membawa senjata api laras panjang.
Polisi mengadang kapal empat nelayan itu karena akan mencari ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan.
Polisi mengatakan seorang nelayan melawan dengan memukul pakai dayung.
Anggota polisi kemudian membalas dengan menembak empat korban hingga Maco tewas karena tertembak di leher sebelah kanan dan menembus bawah sebelah kanan tembus di belakang.
Sementara Juswan alias Ucok terkena tembakan pada bagian bahu bawah sebelah kanan.
Putra terkena tembakan pada bagian pangkal paha luar kaki kiri dan Ilham terkena tembakan pada bagian paha atas sebelah kiri.
Tiga korban kemudian melompat ke laut dan menyelamatkan diri.
Ucok dan Putra dievakuasi oleh keluarganya ke RS Santa Anna Kota Kendari dan satu orang korban Ilham dievakuasi ke Puskesmas Langara Kabupaten Konkep.
Sementara jenazah Maco ditemukan nelayan sedang mengapung dan dievakuasi.
Baca juga: Viral Istri Polisi Curhat Alami KDRT, Bibir Pecah hingga Keguguran: Janji Manis Tak Sesuai Perlakuan
Istri korban syok
Istri Maco menangis saat berada di Rumah Sakit atau RS Bhayangkara Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Jumat (20/11/2023).
Saat ditemui di RS Bhayangkara istri korban terlihat menangis dan menutup wajahnya menggunakan jilbab.
Ia sesekali melap air matanya dan terus tertunduk.
Seorang keluarganya mengatakan kalau istri Maco belum bisa berbicara dan diajak cerita karena terguncang dengan apa yang dialami oleh suaminya
"Dia lagi terguncang tidak bisa ditanya - tanya dulu," tutur anggota keluarga yang menamaninya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologis Penembakan 4 Nelayan di Konawe Selatan Sultra: Satu Orang Tewas, Anggota Polairud Ditahan
Sumber: Tribunnews.com
Ajak Masyarakat Desa di Klaten Sadar Lingkungan, Mahasiswa KKN Unisri Buat Plangkat & Pojok Tanam |
![]() |
---|
Tingkatkan Kesadaran Kebangsaan Warga, Mahasiswa KKN 68 UNISRI Gelar HUT ke-80 RI di Desa Manjung |
![]() |
---|
Mahasiswa KKN 68 UNISRI Tata Kelola Perpustakaan SD 2 Manjung demi Tingkatkan Minat Baca Siswa |
![]() |
---|
Tingkatkan Rasa Percaya Diri, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Public Speaking untuk Siswa SD |
![]() |
---|
Modal HP Pribadi, Mahasiswa KKN Unisri Bantu Promosikan Wisata di Desa Manjung |
![]() |
---|