Liga 1
Gerbang Bumi Mataram di Paruh Musim: PSS Sleman-Persis Solo Senasib, PSIM Yogyakarta Pilih Bertaruh
Gerbang Bumi Mataram di paruh musim, PSS Sleman dan Persis Solo senasib, PSIM Yogyakarta pilih melakukan pertaruhan.
Editor: adisaputro
TRIBUNWOW.COM - Gerbang Bumi Mataram di paruh musim, PSS Sleman dan Persis Solo senasib, PSIM Yogyakarta pilih melakukan pertaruhan.
Dilansir TribnWow.com, gerbang Bumi Mataram pada bursa transfer paruh musim ini bakal dijejali dengan beberapa nama anyar yang akan bergabung dengan PSS Sleman dan Persis Solo.
PSS Sleman dan Persis Solo senasib tengah dipusingkan untuk menentukan satu bomber anyar untuk putaran kedua Liga 1 2023/2024.
Sedangkan PSIM Yogyakarta selangkah lebih maju ketimbang dua saudaranya di Bumi Mataram tersebut.
Baca juga: PSS Sleman-Persis Urgensi Bomber? Mantan Persib, PSIS hingga Persik Bisa Dilirik, BCS-Pasoepati Cek
Namun, PSIM Yogyakarta harus bertaruh dengan keputusannya dalam mendatangkan sosok pengganti Aleksandar Rakic.
Lantas, mengapa PSS Sleman dan Persis Solo harus merasakan nasib yang sama di bursa transfer paruh musim ini?
Serta, pertaruhan apa yang diambil oleh tim pelatih dan manajemen PSIM Yogyakarta terkait pengganti Aleksandar Rakic?
Berikut ulasan selengkapnya:
1. PSS Sleman dan Persis Solo
Dua tim asal Bumi Mataram, PSS Sleman dan Persis Solo tengah dipusingkan dengan kebutuhan mendesak di lini depan untuk putaran kedua
PSS Sleman tengah mencari bomber anyar guna menggantikan peran dari Yevhen Bokhashvili.
Sebagaimana diketahui, nama Yevhen Bokhashvili berpotensi besar didepak PSS Sleman karena performa buruk 1 assist dari 12 pertandingan di putaran pertama.

Baca juga: Keuntungan Berlipat PSS Sleman Bungkus Vico Duarte: Ada 4, 2 Buat Mantan Minggir Jauh Dulu, BCS Cek
Nasib lebih menyesakkan dialami Persis Solo yang sejatinya mempertahankan komposisi putaran pertama namun harus kehilangan sang bomber utama, Fernando Rodriguez.
Fernando Rodriguez resmi berpamitan dengan Persis Solo seusai laga kontra PSS Sleman.
Pemain asal Spanyol itu menyampaikan pamit dengan menyebut aksi itu sebagai pertunjukkan terakhirnya bermain di kompetisi asia.