Pilpres 2024
Mungkinkah Fenomena Anies Baswedan saat Pilkada 2017 Bisa Terulang? Siapa Jadi Korban 1 Putaran?
Anies Baswedan pernah berjaya saat Pilkada DKI 2017 dengan mengalahkan pesaingnya dengan dua putaran, akankah di Pilpres 2024 akan terulang lagi?
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pasangan calon Anies Baswedan serta Muhaimin Iskandar (Cak Imin) selalu mendapatkan hasil survei elektabilitas terendah dalam Pilpres 2024.
Menanggapi hal itu, Anies Baswedan mengatakan ini bukan kali pertama dirinya mendapati survei yang rendah namun bisa keluar jadi pemenang.
Seperti pada Pilkada DKI 2017 lalu di mana Anies Baswedan berhasil mengalahkan Ahok yang jadi pesaingnya.
Baca juga: 5 Hasil Survei Elektabilitas Capres Prabowo Vs Anies Vs Ganjar yang Dirilis Bulan Oktober 2023
Padahal survei saat itu tak ada yang menempatkan Anies sebagai nomor satu.
"Pengalaman kami di Jakarta kami itu belum pernah ada survei yang menempatkan kami nomor 2, apalagi nomor 1," kata Anies Baswedan.
"Bahkan seminggu sebelum Pilkada Jakarta kami ini masih tetap nomor 3 dengan selisih yang amat jauh lalu ketika terjadi Pilkada, suasanya berubah sekali."
Kemungkinan itu terjadi lagi juga menjadi kekawatiran kubu paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: 5 Hasil Survei Elektabilitas Capres Prabowo Vs Anies Vs Ganjar yang Dirilis Bulan Oktober 2023
Hal tersebut dikatakan oleh Sekjen PAN Eddy Soeparno dikutip dari Tribunnews, Kamis 2 November 2023.
Diketahui, Anies Baswedan yang saat itu berpasangan dengan Sandiaga Uno punya elektabilitas sangat rendah dari pasangan lainnya.
Tetapi akhirnya Anies-Sandiaga justu bisa memenangkan Pilkada.
Faktor X itulah yang saat ini tengah dipelajari Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Eddy menyebut hal itu bertujuan mengantisipasi jika terjadi peristiwa serupa.
"Tetapi saya juga melihat bahwa kita tidak pernah memikirkan Mas Anies itu bisa menjadi gubernur DKI apalagi elektabilitasnya sangat rendah, tiba-tiba bisa mengejar," kata Eddy Soeparno.
"Jadi itupun opsi itu harus kita pelajari juga," kata dia.
Baca juga: Arah Dukungan Kabinet Jokowi di Pilpres 2024, Prabowo dan Ganjar Dapat Banyak, Anies?

Sementara itu, jika kemungkinan terjadi ada paslon yang harus gugur di putaran pertama.
Faktor terbalik justru tengah menyerang paslon Prabowo-Gibran Rakabuming.
Pasalnya ada Jokowi Effect yang bisa membuat kekalahan keduanya.
Hal itu dikatakan oleh Pengamat politik sekaligus CEO & Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting (PRC) Rio Prayogo.
Pengamat politik itu menilai jika saat ini Prabowo Subianto telah kehilangan banyak suara lantaran menggandeng Gibran.
Baca juga: Golkar Siapkan Khofifah Masuk Tim Kampanye Prabowo-Gibran, Selangkah Lebih Maju daripada Tim Ganjar?
Suara yang diyakini hilang adalah basic Nahdatul Ulama dan eks Masyumi.
Diprediksi suara tersebut akan beralih ke paslon Anies Baswedan dan Cak Imin.
Hal ini berkemungkinan terjadi karena tidak adanya latar belakang NU baik dari Prabowo Subianto maupun Gibran Rakabuming Raka.
Apabila memang suara Prabowo bermutasi ke Anies, ada peluang bahwa Prabowo-Gibran akan langsung kalah di putaran pertama. (TribunWoW.com/ Tiffany Marantika)
Sumber: TribunWow.com
Sapa 3 Partai Pendukung Ganjar-Mahfud, Megawati Sebut Tak Ada Koalisi dan Oposisi: Kerjasama |
![]() |
---|
Anies Baswedan Kaget Dirinya Cetak Sejarah dengan Datang ke Agenda Penetapan Presiden Terpilih |
![]() |
---|
Momen Jokowi Kenalkan Prabowo saat Membuka World Water Forum di Depan Para Negara Delegasi |
![]() |
---|
Reaksi 2 Kepala Negara saat Prabowo Kenalkan Gibran sebagai Wakil Presiden Terpilih: Sangat Muda |
![]() |
---|
2 Faktor Penyebab Prabowo dan Megawati Tak Kunjung Bertemu seusai Pilpres 2024 Menurut Pengamat |
![]() |
---|