Perang Israel Vs Hamas
Isi Pembicaraan Joe Biden dan Presiden Palestina Abbas setelah Kerahkan Kapal Induk untuk Israel
Abbas memberi pengarahan kepada presiden AS tentang upaya memberikan bantuan kepada rakyat Palestina, khususnya di Gaza.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Amerika Serikat telah menawarkan bantuan untuk Palestina setelah kirim kapal perang untuk Israel.
Dikutip TribunWow.com dari ArabNews hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang melakukan panggilan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Minggu 15 Oktober 2023.
Joe Biden mengatakan telah berbicara pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membuka blokade di Jalur Gaza.
Baca juga: Seberapa Siap Timur Tengah jika Perang Israel Vs Hamas Meningkat hingga Jadi Konflik Antarwilayah?
Hal ini dimaksudkan agar bantuan kemanusiaan bisa didapatkan warga sipil di Gaza.
Seruan itu terjadi setelah AS juga mengirimkan kapal induk kedua untuk mendukung Israel menyerang Hamas.
Kelompok penyerang kapal induk USS Dwight D Eisenhower dikirim ke Mediterania Timur untuk mendung Israel.
Kapal itu akan bergabung dengan kelompok kapal induk USS Gerald R Ford yang sudah berlayar di dekat Israel.
Sehingga hal itu meningkatkan kehadiran AS di sana dengan kapal penyerang, pesawat tempur dan kapal penjelajah.
Baca juga: Mesir Ternyata Sempat Peringatkan Israel soal Serangan Hamas, sejak Tiga Hari Sebelumnya Sudah Tahu
Upaya luas AS mencerminkan kekhawatiran internasional mengenai jumlah warga sipil yang berisiko dan potensi dampak perang berkepanjangan.
Sebelumnya, Israel memerintahkan warga Gaza untuk pindah ke selatan sedangkan Hamas mendesak warga untuk tetap tinggal di rumah mereka.
Pemerintahan Biden belum secara terbuka mendesak Israel untuk menahan tanggapannya setelah serangan Hamas seminggu yang lalu, namun telah menekankan komitmen negara tersebut untuk mengikuti aturan perang.
Meskipun Biden telah berbicara dengan Netanyahu beberapa kali sejak serangan Hamas, panggilan telepon pada hari ini adalah yang pertama kepada Abbas, yang menjalankan Otoritas Palestina yang mengendalikan Tepi Barat.
Berdasarkan pembacaan panggilan tersebut, Abbas memberi pengarahan kepada presiden AS tentang upaya memberikan bantuan kepada rakyat Palestina, khususnya di Gaza.
Selain itu, Abbas mengatakan pada Biden bahwa dia sepenuhnya menolak pemindahan warga Gaza dari Palestina meski Israel membalas serangan Hamas.
Biden menjawab bahwa Hamas tak membela rakyat Palestina menurut pembicaraan itu.
Sementara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengintensifkan jangkauan diplomatik di Timur Tengah dan sekitarnya untuk menggalang tanggapan internasional.
Baca juga: Kehadiran Gibran di Rakernas Projo Sinyal Kuat Bakal Jadi Bacawapres Prabowo? Zulhas: Tanda-tanda
Upaya itu dilakukan guna mencegah perang Israel Hamas semakin meluas.
Blinken bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan di Riyadh sebelum singgah di Uni Emirat Arab.
Menlu mencari cara untuk membantu warga sipil yang terjebak di antara pertempuran dan untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang semakin meningkat.
Dia juga menegur rekannya dari Tiongkok ketika warga Palestina berjuang untuk melarikan diri dari wilayah Gaza yang menjadi sasaran militer Israel sebelum serangan darat yang diperkirakan akan terjadi. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)
Sumber: TribunWow.com
Hamas akan Nyatakan Kemenangan dalam Perang Gaza Lawan Israel setelah Kesepakatan Gencatan Senjata |
![]() |
---|
Tentara Israel IDF Diklaim Alami Rugi Besar di Jabalia, Disebut Lakukan Serangan Tanpa Arah |
![]() |
---|
Kegagalan Intelijen Israel pada 7 Oktober Buktikan Hamas Sulit Disusupi |
![]() |
---|
Ali Khamenei Sebut Tak Butuh Pasukan Proksi: Pejuang Perlawanan Bertempur atas Keyakinan Sendiri |
![]() |
---|
Ali Khamenei Tegas Teheran Katakan Tidak Butuh Pasukan Proksi seperti Hizbullah-Houthi |
![]() |
---|