Breaking News:

Perang Israel Vs Hamas

Seberapa Siap Timur Tengah jika Perang Israel Vs Hamas Meningkat hingga Jadi Konflik Antarwilayah?

Para ahli mengatakan Iran dan Korps Garda Revolusi Islamnya telah menghabiskan dana untuk mempersenjatai militan Syiah serta kelompok Sunni Palestina.

AP/ Oren Ziv
Tentara Israel mengambil posisi di dekat perbatasan Gaza Israel, Israel selatan, Senin, 9 Oktober 2023. Penguasa militan Hamas di Jalur Gaza melakukan serangan multi-front yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel saat fajar hari Sabtu, menembakkan ribuan roket sebagai lusinan pejuang Hamas menyusup ke perbatasan yang dijaga ketat di beberapa lokasi, menewaskan ratusan orang dan menawan. Pejabat kesehatan Palestina melaporkan sejumlah kematian akibat serangan udara Israel di Gaza. 

TRIBUNWOW.COM - Pasukan militer Israel terus mengintensifkan serangan terhadap Gaza, Palestina.

Serangan itu menjadi yang terburuk setelah Israel mendapat serangan balasan dari Hamas.

Hamas menyerang secara besar-besaran di Israel pada Sabtu 7 Oktober 2023 bertepatan dengan Hari Sabat Yahudi.

Baca juga: Mesir Ternyata Sempat Peringatkan Israel soal Serangan Hamas, sejak Tiga Hari Sebelumnya Sudah Tahu

Dikutip TribunWow.com dari Arabnews, perang kali ini menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas bagi negara di Timur Tengah.

Para ahli mengatakan Iran dan Korps Garda Revolusi Islamnya telah menghabiskan dana untuk mempersenjatai militan Syiah serta kelompok Sunni Palestina.

Akibatnya, Israel akan menghadapi kemungkinan perang tiga atau empat front termasuk Hamas dan Jihad Palestina di Gaza.

Belum adanya pasukan Hizbullah dan PIJ di Lebanon dan Suriah.

Baca juga: Mengenal Hizbullah, Militan dari Lebanon yang Ikut Terlibat dalam Perang Hamas Lawan Israel

Hizbullah Lebanon telah melepaskan tembakan pertama ke arah Israel dengan meluncurkan roket pada hari Minggu, yang memicu pembalasan mematikan oleh Israel.

Baku tembak artileri di seberang perbatasan pada hari Senin menewaskan tiga pejuang Hizbullah, dua militan Palestina, dan seorang perwira senior militer Israel.

Pentagon Amerika Serikat mengingatkan Hizbullah untuk berpikir dua kali sebelum membuka front kedua perang tersebut.

Lantaran Israel mendapat bantuan dari AS dan telah diberikan sejumlah peralatan tempur.

Baca juga: Hamas dan Israel Berkonflik, Paus Fransiskus yang Sakit, Khawatirkan Warga di Gaza yang Dikepung

AS diketahui mengirim kelompok penyerang, kapal induk dan skuadron angkatan udara di wilayah itu.

Dalam kasus Lebanon, para analis yakin baik Hizbullah maupun Israel tidak ingin terjebak dalam perang regional yang besar karena berbagai alasan.

“Saya pikir kedua belah pihak bersedia menerima sejumlah kekerasan dan korban jiwa," kata Michael Young, editor senior di Carnegie Middle East di Beirut.

Kedua belah pihak pada dasarnya tidak ingin hal ini meningkat menjadi perang yang lebih luas."

Serangan Hamas ke Israel pada Sabtu (7/10/2023).
Serangan Hamas ke Israel pada Sabtu (7/10/2023). (BBC News Indonesia)
Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
IsraelHamasPalestinaGazaIranSuriah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved