Pilpres 2024
Alasan Demokrat Pilih Gabung Kubu Prabowo daripada Kubu Ganjar, Pengamat Soroti Konflik SBY-Megawati
Partai Demokrat dikabarkan bergabung ke Koalisi Indonesia Maju untuk mendukung bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam mengungkap penyebab Partai Demokrat lebih memilih bergabung ke Koalisi Indonesia Maju untuk mendukung bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto.
Menurut Umam, Partai Demokrat lebih berpeluang merapat ke kubu Prabowo Subianto ketimbang koalisi PDI Perjuangan yang mengusung Ganjar Pranowo.
Dikatakannya, hal ini tak lepas dari buruknya sejarah hubungan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Masih buntunya komunikasi dua arah antara PDIP dan Partai Demokrat,” kata Umam, Minggu (18/9/2023) seperti dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: SBY Kesengsem dengan Prabowo hingga Siap Turun Gunung di Pilpres 2024, Waketum PAN Beber 3 Alasannya
Umam mengatakan, Demokrat tampak kerepotan berkomunikasi langsung dengan Megawati.
Padahal, Mega merupakan pimpinan tertinggi PDIP yang menentukan arah gerbong koalisi Ganjar.
Memang, hubungan SBY dan Mega renggang sejak keduanya menjadi rival pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2004.
Sebelum mencalonkan diri sebagai presiden, SBY merupakan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati.
Namun, lewat Pilpres 2004 SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla berhasil menumbangkan Mega-Hasyim Muzadi, pun pada Pilpres 2009 SBY-Boediono menungguli Mega-Prabowo.
Menurut Umam, mungkin saja Mega menganggap persoalan politik antara dirinya dan SBY di masa lalu belum selesai, sehingga membatasi diri dari Demokrat.
“Kondisi ini tentu berdampak serius pada cara pandang Demokrat yang menghendaki koalisi yang setara dan saling menghormati,” ujarnya.
Baca juga: Demokrat Pasti Gabung Koalisi Prabowo? Pengamat Sebut Koalisi Gemuk Tak Jamin Kemenangan
Selain itu, mengutip survei sejumlah lembaga, Umam menyebut bahwa basis pemilih loyal Demokrat lebih banyak mendukung Prabowo ketimbang Ganjar.
Dengan situasi demikian, akan lebih aman jika Demokrat berganti haluan ke Prabowo.
Sebab, di kalangan akar rumput, manuver ini lebih minim guncangan dan turbulensi.
Demokrat sendiri juga telah menempatkan diri pada basis paradigma politik "tengah-moderat", di mana spektrum tengah saat ini diklaim oleh tim Prabowo.
Sumber: Kompas.com
Sapa 3 Partai Pendukung Ganjar-Mahfud, Megawati Sebut Tak Ada Koalisi dan Oposisi: Kerjasama |
![]() |
---|
Anies Baswedan Kaget Dirinya Cetak Sejarah dengan Datang ke Agenda Penetapan Presiden Terpilih |
![]() |
---|
Momen Jokowi Kenalkan Prabowo saat Membuka World Water Forum di Depan Para Negara Delegasi |
![]() |
---|
Reaksi 2 Kepala Negara saat Prabowo Kenalkan Gibran sebagai Wakil Presiden Terpilih: Sangat Muda |
![]() |
---|
2 Faktor Penyebab Prabowo dan Megawati Tak Kunjung Bertemu seusai Pilpres 2024 Menurut Pengamat |
![]() |
---|