Breaking News:

PSIS Semarang

PSIS Semarang 'Digembosi', Panser-Snex Protes Diarra dan Fortes Dijegal, Peluang Buat Borneo FC?

Teriakan PSIS Semarang digembosi menggema menyusul hukuman yang dijatuhkan PSSI kepada Carlos Fortes dan Boubakarry Diarra.

Instagram @psisfcofficial
Striker asing PSIS Semarang, Carlos Fortes (kiri) beserta rekannya, Gali Freitas (kanan). 

TRIBUNWOW.COM - PSIS Semarang harus menelan pil pahit setelah PSSI menjatuhkan hukuman dilarang main dan denda kepada dua pemainnya, Carlos Fortes dan Boubakarry Diarra.

Apesnya, hukuman itu dijatuhkan jelang laga PSIS Semarang vs Borneo FC.

Tentunya Panser Biru maupun Snex menjerit saat skuad Mahesa Jenar harus pincang tanpa dua pemain asing andalan.

Reaksi keras spontan diperlihatkan Panser Biru dan Snex.

Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Pekan Ini: PSIS Vs Borneo FC, Persik Vs Persib, Persija Vs Persebaya

Baca juga: Prediksi Formasi dan Skor PSIS Vs Borneo FC: Gilbert Agius Cuma Mainkan 3 Asing, Cadenazzi Debut?

Mereka beramai-ramai mengirimkan protes, gugatan, kecaman hingga penolakan di media sosial.

Teriakan PSIS digembosi pun lantang disuarakan karena PSIS Semarang dinilai sangat dirugikan atas sanksi ini.

Apalagi, tak lama lagi laga PSIS Semarang kontra Borneo FC akan berlangsung.

Sebagai informasi, laga PSIS Semarang vs Borneo FC akan berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (28/7/2023) pukul 15.00 WIB.

Hukuman dilarang bertanding dan denda itu dijatuhkan Komdis PSSI menyusul aksi main tangan yang dilakukan Carlos Fortes dalam laga kontra PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman DIY.

Dalam laga itu, PSIS harus puas bertanding dengan skor seri saat dijamu PSS Sleman.

Carlos Fortes harus berlapang dada setelah diganjar kartu merah oleh wasit Erfan Effendi.

Cuplikan laga PSS Sleman kontra PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (21/7/2023).
Cuplikan laga PSS Sleman kontra PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (21/7/2023). (Instagram @psisfcofficial)

Baca juga: Mengenal Pelatih Anyar Persib Bandung Bojan Hodak: Karier Kilat PSM hingga Pernah PHP PSIS Semarang

Kartu merah itu diberikan setelah Carlos Fortes dinilai berbuat kasar pada pemain PSS Sleman, Wahyudi Hamisi.

Tak hanya Carlos Fortes, Wahyudi Hamisi turut diganjar kartu merah karena dianggap memicu pertikaian.

Namun ada hal mengganjar yang membuat Panser Biru dan Snex meradang.

Komdis PSIS tak memberikan sanksi kepada Wahyudi Hamisi.

Keputusan itu memancing amarah suporter Mahesa Jenar hingga muncullah dugaan adanya 'sesuatu'.

Amarah Panser Biru dan Snex semakin tersulut saat Boubakary Diarra ikut kena imbasnya.

Komdis PSSI turut menjatuhi hukuman larangan tampil dan denda kepada pesepakbola kelahiran Prancis tersebut.

Padahal dalam laga kontra PSS Sleman, Boubakarry Diarra tak mendapat kartu kuning dan merah.

Akibat hukuman ini, lini depan dan tengah PSIS Semarang terancam pincang.

Apalagi hingga saat ini winger Vitinho tak bisa berlaga karena dirundung cedera.

Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius pun harus memutar otak agar tak kecolongan di laga kontra Borneo FC.

Praktis, saat ini PSIS Semarang hanya memiliki tiga pemain asing yang siap main.

Ketiganya adalah Taisei Marukawan, Gali Freitas, dan Lucas Gama alias Lucao.

Baca juga: Mengenal Pelatih Anyar Persib Bandung Bojan Hodak: Karier Kilat PSM hingga Pernah PHP PSIS Semarang

Hasil Imbang PSIS Semarang Vs PSS Sleman

 Snex dan Panser Biru dibuat senam jantung setelah PSIS Semarang hampir saja menelan malu kala bertandang ke markas PSS Sleman dalam laga lanjutan Liga 1 2023/2024 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (21/7/2023).

Dilansir TribunWow.com, pada laga itu, sejatinya, PSIS Semarang berani tampil terbuka meski bermain tandang ke markas PSS Sleman.

Permainan open play PSIS Semarang dapat dilihat dari keberanian mereka memainkan skema counter attack cepat dengan skema 4-2-3-1.

Skema Gilbert Agius sempat diterapkan apik oleh anak asuhnya di PSIS Semarang.

Hal itu dapat ditunjukkan dari keberhasilan PSIS Semarang mencatatkan dua gol awal.

Gol pertama PSIS Semarang dicatatkan oleh Carlos Fortes di menit ke-24.

Gol itu bermula dari serangan balik cepat PSIS Semarang yang di inisasi oleh Septian David.

Ia mampu memberikan umpan manja kepada Carlos Fortes yang berdiri bebas.

Alhasil, penyerang asal Portugal itu dengan mudah menceploskan gol ke gawang PSS Sleman yang dikawal Anthony Pinthus.

Sempat dibalas melalui gol Kei Sano di menit (45').

PSIS Semarang kembali catat keunggulan melalui Gali Freitas di menit ke-57 memanfaatkan umpan ke belakang garis pertahanan PSS Sleman yang dikirimkan Wahyu Prasetyo.

Namun sayang, tak bertahan lama, giliran tendangan bebas cantik Jihad Ayoub mampu samakan kedudukan.

Di menit akhir laga, PSIS Semarang hampir saja menelan pil pahit di comeback tuan rumah PSS Sleman.

Bermula dari serangan balik, PSS Sleman mampu melakukan pressure ke pertahanan PSIS Semarang.

Umpan manja Jonathan Bustos mampu dikontrol oleh Riki Dwi.

Namun, dari arah samping muncul Giovani Numberi yang coba melakukan sapuan.

Riki Dwi terjatuh, wasit pun menunjuk titik putih.

Baca juga: Gerbong Alumnus PSIS Semarang Hijrah ke Malut United: 2 Anak Kesayangan Imran Nahumarury Segera Tiba

Momen itu sempat membuat Snex-Panser Biru senam jantung.

Mengingat terjadi tempat pada injury time laga PSS Sleman kontra PSIS Semarang.

Beruntung bagi PSIS Semarang, Kim Jeffrey Kurniawan yang menjadi algojo gagal lakukan eksekusinya.

Bola mengenai mistar gawang PSIS Semarang yang dikawal oleh Adi Satryo.

Meski berhasil mencuri satu poin, Snex dan Panser Biru nampak kecewa dengan keputusan pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius.

Mereka banyak menyayangkan keputusan Gilbert Agius menarik keluar Taisei Marukawa dan Gali Freitas yang merupakan poros serangan utama PSIS Semarang setelah di kartu merahnya Carlos Fortes di awal babak pertama.

Kekecewaan itu terlihat pada unggahan hasil akhir pertandingan di Instagram resmi PSIS Semarang.

"Tombol deg2an nontonnya," tulis@riorsstore.

"Kesusu narik Gali Freitas , Fix salah pergantian pemain!!" tulis@amirulchaqarif.

"Gus agus…marukawa mbek gali mbok ganti nopo ? Kok malah bertahan..? Padalo wani tarung loh ya," tulis@udin_lar.

"Gali wes mulai panas malah di ganti py to kihh kih," tulis@dhifyh_.

"Agius dagel tenan, Gali malah diganti wawan, padahal rizky dwi type ne striker menunggu, bukan cari bola. Jujur pak @yoyok_sukawi agius bukanlah pelatih jenius, 2 kali sudah salah memasukkan pemain di babak 2. agius tertolong dgn skill2 pemain kita, masalah meramu.. dia sangat kurang," tulis@danuanitiyo13.

"Blunder koe gus ganti gali jek onfire mbe wawan! TEKAK TEKUK KUTAK KUTIK LAPO MARTABAK!!!" tulis@ukikptra9.

"agus blunder neng pergantian," tulis@dhiotric._.

"Gali ndadak mbok genti to Gus Gus," tulis@forzapsis1932.

"Seh wani tarung malah serangane di kendorke agoos kocak," tulis@yudis_ra97.

Menarik dinantikan kiprah selanjutnya PSIS Semarang di gelaran Liga 1 2023/2024.

Keputusan apa yang akan diambil Gilbert Agius seusai hasil seri yang diterima PSIS Semarang. (TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait Liga 1

Tags:
PSIS SemarangLiga 1 2023Panser BiruSnexCarlos FortesBorneo FC
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved