Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya
Panji Gumilang Terseret Dugaan Pelecehan, Diduga Beri Doktrin hingga Minta Dilayani 5 Kali Seminggu
Setelah dugaan penistaan agama, kini pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang terseret dalam isu pelecehan seksual.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Panji Gumilang terkait isu ini.
Baca juga: Dituduh Jadi Bekingan, Moeldoko Bongkar Sederet Pejabat yang Pernah ke Al Zaytun, Ada Eks Wapres
Baca juga: Gelak Tawa Disusul Ancaman Moeldoko saat Bahas Bekingan Al Zaytun dan Panji Gumilang Cs: Ngawur
Pengakuan Eks Santri Al Zaytun
Diberitakan sebelumnya, Ponpes Al Zaytun dikaitkan dengan sejumlah pejabat dan partai politik (parpol).
Hal itu pun telah diakui alumni Ponpes Al Zaytun, Muhammad Ikhsan.
Dalam kanal YouTube tvOneNews, Sabtu (8/7/2023), Muhammad Ikhsan menyebut sederet pejabat yang pernah datang ke Ponpes Al Zaytun dengan sejumlah tujuan.
"Pak Hendrpriyono, dulu itu waktu Pospenas, sempat pelukan sama syekh juga," ujar Muhammad Ikhsan.
"Syekh bilang 'Ini sahabat syekh suka kejar-kejar syekh ke mana syekh pergi'."
"Terus ada Pak Harmoko, Pak Soeharto, Pak Wiranto, Pak Surya Paloh, Pak Akbar Tanjung," imbuhnya.
Baca juga: Dituduh Jadi Bekingan, Moeldoko Bongkar Sederet Pejabat yang Pernah ke Al Zaytun, Ada Eks Wapres
Muhammad Ikhsan menduga ada tiga alasan sejumlah pejabat gencar mendatangi Ponpes Al Zaytun.
Satu di antaranya, untuk meningkatkan pamor pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang.
"Yang pertama mungkin tugas negara karena latar belakang Al Zaytun," ucapnya.
"Kedua, mereka mungkin diundang untuk acara tertentu."
"Menurut saya kegunaan mereka untuk meningkatkan elektabilitas Panji Gumilang."
Muhammad Ihsan melanjutkan, kedatangan para pejabat juga dimanfaatkan Panji Gumilang untuk menipu para pengikutnya.
Ia mengakui adanya kemungkinan Panji Gumilang merupakan pentolan Negara Islam Indonsia (NII).