Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya
Panji Gumilang Pamer Jumlah Kurban Idul Adha Ponpes Al Zaytun, Ratusan Domba hingga Puluhan Sapi
Panji Gumilang membeberkan jumlah hewan yang dikurbankan Ponpes Al Zaytun untuk perayaan Idul Adha 2023.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Jayanti Tri Utam
TRIBUNWOW.COM - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun menggelar salat bersama untuk merayakan Idul Adha pada Rabu (29/6/2023).
Dilansir TribunWow.com, pimpinan Ponpes, Panji Gumilang, menjabarkan jumlah hewan yang disumbangkan oleh pihaknya.
Tak tanggung-tanggung, Panji Gumilang menyebutkan ratusan hewan telah disembelih untuk dibagikan sebagai kurban.
Baca juga: Salat Idul Adha Ponpes Al Zaytun, Saf Tetap Berjarak, Panji Gumilang Kutbah soal Tuduhan dan Cacian
Hal ini dibeberkan Panji Gumilang saat memimpin salat Idul Adha di Masjid Rahmatan lil Alamin kompleks Ponpes Al Zaytun.
Seperti dikutip dari kanal YouTube Al-Zaytun Official, Panji Gumilang menyapa para pengikut yang duduk berjajar di depannya.
"Hari ini, pagi ini kita menyelenggarakan salat Idul Adha. Di mana ciri daripada Idul Adha, hari di mana umat manusia memberikan pengorbanannya," ucap Panji Gumilang.
Baca juga: Status Tanah Jadi Polemik, MUI Ungkap Temuan Baru soal Dugaan Pidana Ponpes Al Zaytun: Ada Sesuatu

Ia lantas merinci jumlah hewan kurban yang disumbankan Al Zaytun, antara lain sapi, kambing dan domba.
"Simbol pelaksanaan kurban di kampus kita tercatat hari ini, sapi 30 kepala, kurang lebih beratnya 18.900 kilogram," sebut Panji Gumilang.
"Kemudian kambing lebih daripada 30 kepala, beratnya sekitar 1.123 kilogram."
"Kemudian domba 205 kepala, bobotnya 5.799 kepala."
Menurut Panji Gumilang, daging kurban tersebut dibagikan kepada sekitar lima ribu orang yang membutuhkan disertai sedekah berupa beras 5 kg.
"Didistribusikan kepada para penerima terdiri dari 5.435 orang. Dan pembagian daging kurban kita sertakan 5 kg beras," ujar Panji Gumilang.
Adapun dalam kutbahnya, Panji Gumilang menyatakan jumlah maupun nominal yang dikeluarkan untuk kurban tersebut masih terbilang kecil.
"Ini hanya pengorbanan yang kecil yang bisa dinilai kilogram dan jumlah kepalanya," sebut Panji Gumilang.
"Pengorbanan yang lebih jauh adalah usaha kita memahami ajaran agama kita agar kita mampu hidup dengan mengenali, memahami apa ajaran kita yang hakiki," tandasnya.
Baca juga: Kesan Pertama Andy Noya Wawancarai Panji Gumilang di Ponpes Al Zaytun: Pemikirannya Melampaui Zaman
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 04.00:
Panji Gumilang Diduga Sasar Artis untuk Galang Dana
Demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun di bawah pimpinan Panji Gumilang rela menghalalkan segala cara.
Dilansir TribunWow.com dalam rangka menghimpun dana, Al Zaytun menetapkan istilah untuk para donaturnya.
Istilah para donatur tersebut terbagi menjadi dua yaitu desa maju dan desa tertinggal.
Untuk Desa maju menyasar orang-orang yang tinggal di daerah Jakarta Selatan.
Orang-orang tersebut datang dari kalangan mahasiswa hingga para artis.
Informasi tersebut diketahui dari mantan pengurus Ponpes Al Zaytun sekaligus Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center yaitu Ken Setiawan.
"Kalau desa maju itu wilayah Jakarta terutama Jakarta Selatan yang dihuni oleh banyak kalangan mahasiswa, dulu ada kalangan artis juga banyak ke situ," ujar Ken Setiawan dikutip dari kanal YouTube tvOneNews pada Senin, 26 Juni 2023.
Sedangkan, untuk desa tertinggal orang-orang yang tinggal di Jakarta Timur, Bekasi dan Cikarang.
Orang-orang tersebut hadir dari kalangan pembantu rumah tangga, karyawan, kuli bangunan hingga perantau.
"Kalau desa tertinggal itu pinggiran-pinggiran Jakarta, Jakarta Timur, Bekasi, Cikarang yang dihuni oleh kayak pembantu rumah tangga, karyawan kuli bangunan yang kebanyakan adalah kalangan perantau," ujar Ken.
Skema untuk mendapatkan infak adalah dengan menyodorkan proposal dan surat tugas.
Baca juga: Ungkap Panji Gumilang Pernah Memohon, Amien Rais sudah Lama Punya Feeling Aneh soal Ponpes Al Zaytun
Panji Gumilang sengaja mendirikan yayasan yatim piatu untuk perantara dalam menggalang dana.
Hasil dari infak tersebut pun cukup fantastis.
Al Zaytun bisa mengantongi miliaran rupiah dalam satu bulan.
"Bahkan di Jakarta Selatan dulu infaknya sampai miliaran rupiah, karena satu bulan saja mereka mendirikan yayasan-yayasan yatim piatu satu bulan dari yayasan itu bisa sampai Rp 10 miliar hanya modal proposal, mereka surat tugas mereka masuk ke perusahaan-perusahaan bahkan ke Pemerintahan ini bisa menghasilkan puluhan miliyar per bulan," tutur Ken.
Menurut Ken, Al Zaytun sengaja memanfaatkan kebaikan dan kedermawanan orang-orang Indonesia.
Al Zaytun memilih menggunakan trik halus dibandingkan dengan cara kriminal.
"Karena mereka tahu orang Indonesia baik-baik, orang Indonesia dermawan-dermawan kalau kita infak enggak mikirin mau ke mana yang penting udah bagus ini (infak), nah ini dimanfaatkan oleh mereka daripada kriminal mendingan menggunakan metode ini," tutur Ken. (TribunWow.com/Via/Dian Shinta)