Breaking News:

Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya

Terkuak Kedok Ponpes Al Zaytun: Majalah Lawas Panji Gumilang Cs Disorot, Bukti Tak Terbantahkan?

Al Chaidar menjelaskan hingga kini Ponpes Al Zaytun menganut aliran Isa Bugis. Aliran tersebut tak mewajibkan ibadah salat bagi pengikutnya.

Instagram @alzaytun_indonesia
Kolase penampakan Masjid Rahmatan lil Alamin di tengah kompleks Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. 

TRIBUNWOW.COM - Satu per satu 'kedok' Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, akhirnya terkuak.

Dilansir TribunWow.com, pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang, membantah tuduhan penistaan agama hingga terlibat Negara Islam Indonesia (NII).

Meski getol membantah, satu per satu bukti soal masa kelam Ponpes Al Zaytun pun terbukti.

Satu di antaranya majalah lawas Ponpes Al Zaytun yang diduga berisi penghinaan terhadap Indonesia.

Baca juga: Akhir Nasib Ponpes Al Zaytun, Ada Oknum yang Bakal Dipanggil Polisi, Mahfud MD: Banyak Bukti-bukti

Baca juga: Memanas, Panji Gumilang Balik Tuduh MUI Bohong soal Ponpes Al Zaytun, Ngaku Tak Terima Disebut Sesat

Hal itu dibongkar oleh Peneliti Kajian Terorisme, Al Chaidar, dalam kanal YouTube tvOneNews, Minggu (25/6/2023).

"Begitu juga dengan buku yang ditulis M Amir Djamaluddin, isinya parah sekali," ujar Al Chaidar.

"Menjelaskan majalah Al Zaytun berisi penghinaan terhadap Indonesia, penghinaan terharap Burung Garuda, burung gepeng katanya di sini."

"Kemudian penghinaan terhadap Indonesia yang katanya seperti kapal yang akan karam," sambungnya.

Al Chaidar pun yakin betul soal kebenaran isi buku tersebut.

Ia membeberkan 'kedok' palsu Al Zaytun sebagai pondok pesantren.

Kolase pengurus dan santri Pondok Pesantren Al Zaytun indramayu, Jawa Barat yang beribadah di masjid menggunakan jas dan peci.
Kolase pengurus dan santri Pondok Pesantren Al Zaytun indramayu, Jawa Barat yang beribadah di masjid menggunakan jas dan peci. (Instagram @alzaytun_indonesia)

"Berdasarkan bukti, bahkan bukti yang diterbitkan oleh Al Zaytun sendiri jadi enggak mungkin salah," ujar dia.

"Buku ini juga diberi kata pengantar oleh KH Ahmad Fudholi yang menjadi Ketua DPRD Tingkat II Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, waktu itu pada 2002."

"Dia adalah seorang ulama, dan ketika dia pergi ke Al Zaytun itu di sana enggak ada yang salat."

"Semuanya enggak ada yang salat, guru-gurunya, pegawainya, pesuruhnya, enggak ada yang salat," sambungnya.

Al Chaidar menjelaskan hingga kini Ponpes Al Zaytun menganut aliran Isa Bugis.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Pondok PesantrenPonpes Al ZaytunPanji GumilangIndramayuNegara Islam Indonesia
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved