Terkini Daerah
Kronologi Viral Kasus KDRT Versi Putri Balqis, Sempat Mengira akan Mati: Dia Udah Enggak Peduli Anak
Putri Balqis mengaku sempat memohon ke suaminya ketika menjadi korban KDRT namun tak digubris oleh sang suami.
Editor: Anung
TRIBUNWOW.COM - Putri Balqis mengaku sempat memohon kepada suaminya yakni Bani Bayumi saat menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Balqis menyebut ketika dirinya menjadi korban KDRT di Depok, Bani Bayumi seolah sudah tak peduli jika penganiayaan berakhir tragis.
Dikutip TribunWow dari TribunJakarta, pengakuan ini disampaikan oleh Balqis ketika datang menjadi bintang tamu di YouTube Uya Kuya.
Baca juga: Drama Kasus KDRT Pasutri di Depok, Putri Balqis Disebut Pernah Kurung Suami setelah Lukai Alat Vital
Di YouTube Uya Kuya, Balqis membantah mengacungkan garpu makan ke suaminya.
Namun Balqis tak membantah percekcokan hari itu memang dipicu soal keinginan Bani melihat rekapan pengeluaran bulanan.
"Dia marah, dia ambil botol chili oil, dia buka dia semprot ke muka saya, itu ke mata saya perihnya luar biasa, saya masih diem, saya izin ini perih banget mau bersihin," kata Balqis.
Kekerasan tersebut semakin diterima Putri Balqis secara bertubi-tubi hingga diseret, dijambak, dan dipukuli oleh sang suami.
"Dia nanya satu hal kayak 'tau gak rasanya mati' terus ketika saya diem, dia hajar pakai tangan, dia nanya lagi minta rincian pengeluarannya," ungkap Putri Balqis.
"Aku bilang 'Kan bunda udah bilang, Senin nanti, nanti ke bank bunda akan print' terus dihajar lagi saya'," sambungnya.
Balqis mengaku sempat diseret ke kamar mandi. Sekuat tenaga dirinya menghentikan upaya Bani memasukannya ke kamar mandi.
"Waktu itu lagi lampu kamar mandi lagi mati, saya kebayang kalau saya masuk saya habis disitu," tutur Balqis sembari menangis.
"Saya diseret sama dia bener-bener masuk ke kamar mandi 'Mau tau gak rasanya mati? Kayak ibu'," cerita Balqis.
"Apa hubungannya? (ke ibu)," tanya Uya Kuya.
"Saya gak ngerti mas. Di situ saya bilang 'Anak-anak butuh kita'," ucap Balqis berusaha menenangkan suaminya kala itu.
Namun Bani bak tak peduli jika kelak anak-anaknya tak lagi memiliki ibu.