Breaking News:

Pemilu 2024

Nama Besar Imam Masjid Diduetkan dengan Ganjar Pranowo di Pemilu 2024, Akui sedang Dipertimbangkan

Utut enggan untuk berkomentar lebih jauh soal nama imam masjid, sebab penentuan nama cawapres untuk Ganjar Pranowo berada di tangan Megawati

DOK. Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diusung PDIP untuk jadi calon presiden di Pemilu 2024 

"Kalau menurut saya ibu kalau misalnya mengajukan orang capres atau cawapres mungkin pertimbangannya bukan balas budi lah, pertimbangannya untuk kepentingan terbesar bangsa kalau saya tau pemikirannya seperti itu," tukasnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tengah mencari sosok yang cocok mendampingi bacapres dari partainya, Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 mendatang.

Baca juga: DEAR Rakyat Indonesia, Ganjar Pranowo Ajak Rayakan Pesta Demokrasi Pilpres 2024 dengan Full Senyum

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, memberi keterangan kepada pers seusai jumpa pers Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1439 H, Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (14/6/2018).
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, memberi keterangan kepada pers seusai jumpa pers Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1439 H, Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (14/6/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Satu di antara nama yang santer disebut-sebut bakal menjadi bacawapres Ganjar, yakni Nasaruddin Umar.

Wakil Presiden RI Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla merespons isu PDI Perjuangan akan menduetkan Ganjar Pranowo dengan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nasaruddin Umar.

Pria yang kerap disapa JK itu mengatakan, hal yang wajar jika PDIP menduetkan Ganjar dengan imam masjid Istiqlal itu.

Sebab, kata JK, indikasi menghadirkan perbedaan presiden dengan wakilnya.

"Selalu ada indikasi antara presiden, wakil presiden ini berbeda. Berbeda supaya, kalau bisnis pasarnya lebih luas. Jadi bukan hanya NU," kata JK, di kediamannya, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/5/2023).

Ia menuturkan, perbedaan itu juga terjadi di era JK menjadi wakil dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Dulu saya dan Pak SBY, satu Jawa, dan luar Jawa," ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya, PDIP menginginkan wakil dari Ganjar Pranowo adalah sosok yang mempunyai ciri keagamaan.

"Dan pilihan seperti Pak Nasaruddin Umar itu juga suatu, karena sebagai partai nasional tentu ingin wakilnya dari yang mempunyai ciri keagamaan. Selalu begitu," kata JK.

"Dan mudah-mudahan itu tetap terjadi. Dan itu untuk menambah dan memperluas ya," ucapnya.

Meski demikian, JK menegaskan, soal siapa yang akan mendampingi Ganjar Pranowo tetap menjadi wewenang PDIP.

"Tapi itu urusan PDIP. Saya tidak ikut campur sama sekali. Saya tidak mencampuri urusan partai lain," tegas politisi senior Partai Golkar itu. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul "PDIP Soal Nama Imam Besar Istiqlal jadi Cawapres Ganjar: Sosok yang Dibutuhkan Negara Indonesia."

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Ganjar PranowoMasjid IstiqlalNasaruddin UmarPDIPPemilu
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved