Berita Viral
Beda Hari Idul Fitri, Viral Peneliti BRIN Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Kini Nasib di Ujung Tanduk
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dikecam seusai mengancam warga Muhammadiyah.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Media sosial dihebohkan dengan aksi seorang peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanuddin atau AP Hasanuddin yang mengancam akan membunuh warga Muhammadiyah.
Alasannya sepele, hanya perihal perbedaan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1444H antara warga Muhammadiyah dan pemerintah.
Dilansir TribunWow.com, aksi nekat itu dilakukan Andi Pangerang di media sosial Facebook hingga akhirnya viral.
Baca juga: Langsung Ketahuan, Panglima TNI Turun Tangan Lacak Oknum Anggotanya yang Viral Tendang Motor Ibu-ibu
Pernyataan bernada ancaman itu bermula dari unggahan profesor BRIN bernama Thomas Djamaluddin.
Melalui akun Facebook-nya, Thomas Djamaluddin menyebut Muhammadiyah tak taat pada ketentuan pemerintah perihat penetapan Idul Fitri.
Unggahan Thomas Djamaluddin itu langsung mengundang kekesalan warga Muhammadiyah.
Ia pun diserang warganet dalam kolom komentar.
Berawal dari unggahan itulah, Andi Pangerang akhirnya ikut berkomentar.
Ia menuliskan komentar bernada ancaman dan mengaku akan membunuh warga Muhammadiyah karena perbedaan Hari Raya Idul Fitri.
"Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global dari Gema Pembebasan?
Sini saya bunuh kalian satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian," tulis Andi Pangerang, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (25/4/2023).
Baca juga: Nasib Warung Rest Area Cipali yang Viral Getok Harga ke Jubir PSI, Nasi Ayam Dibanderol Rp 155 Ribu
Komentar Andi Pangerang pun mengundang kecaman warganet.
Hingga akhirnya, Andi Pangerang akhirnya memberi klarifikasi.
"Komentar tersebut dikarenakan rasa emosi dan ketidakbijaksanaan saya saat melihat akun Thomas Djamaluddin diserang oleh sejumlah pihak,” ungkap Andi, dikutip dari TribunJambi.com, Selasa (25/4/2023).
Ia kemudian menuliskan permohonan maaf melalui media sosial.
Andi berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.
"Saya MEMINTA MAAF SEBESAR-BESARNYA KEPADA PIMPINAN DAN SELURUH WARGA MUHAMMADIYAH yang merasa tersinggung dengan komentar saya tersebut. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan semacam ini lagi di waktu-waktu mendatang. Demikian surat pernyataan ini dibuat, atas perhatian masyarakat semua, saya ucapkan terima kasih," tulis Andi.
Baca juga: Ternyata TNI AU, Begini Nasib Pria Berbaju Loreng yang Viral Tendang Motor Emak-emak dan Anaknya
Nasib Andi Pangerang Kini
Setelah komentar bernada ancaman itu viral, Andi Pangerang akan menjalani Sidang Majelis Etik ASN, Rabu (26/4/2023).
Hal itu diungkap langsung Kepala BRIN Laksana Tri Handoko.
"BRIN meminta maaf, khususnya kepada seluruh warga Muhammadiyah, atas pernyataan dan perilaku salah satu civitas BRIN, meskipun ini adalah ranah pribadi yang bersangkutan," ucap Laksana.
Belajar dari kejadian ini, Laksana mengimbau para peneliti BRIN agar lebih bijak menyampaikan pendapat di media sosial.
"Dan mengedepankan nilai Berakhlak (berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif)," imbuhnya. (TribunWow.com)