Liga 1
Tradisi Baru Transfer Persebaya Surabaya: Rasa Brasil Potensi Memudar di Lini Belakang, Ini Sebabnya
Tradisi baru transfer Persebaya Surabaya potensi dilakukan pada musim 2023/2024, berikut sebabnya.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Jayanti Tri Utam
TRIBUNWOW.COM - Persebaya Surabaya berpotensi melakukan tradisi baru di lini belakang sejak kembalinya Bajul Ijo berkiprah di kancah teratas Liga 1 musim 2017-2018.
Dilansir TribunWow.com, sejak musim pertamanya berkancah di Liga 1, Persebaya Surabaya akrab dengan nuansa Brasil di lini belakang.
Edisi pertama tentu saja adanya sosok Otavio Dutra di lini belakang Persebaya Surabaya.
Otavio Dutra saat itu digaet Persebaya Surabaya dari Surabaya United yang bermanuver menjadi Bhayangkara FC.
Baca juga: Suporter Persebaya Surabaya Ikhlas? 2 Aset Muda Digoda Persija, Persik-Madura United, 1 Menyesakkan
Didatangkan per 5 Januari 2018, Otavio Dutra mampu menjadi andalan bagi Persebaya Surabaya selama dua musim.
Beruntung bagi Bajul Ijo, saat itu, pengajuan WNI Otavio Dutra diterima pada tahun 2019.
Sehingga, di musim 2018/2019, pemain kelahiran Fortaleza tersebut bukan lagi berstatus pemain asing di skuad Persebaya Surabaya.
Selepas kepergian Otavio Dutra, Persebaya Surabaya sempat memilih untuk tak memplotingkan slot asing mereka di posisi bek tengah.
Tepatnya di musim 2019/2020, Aji Santoso memilih untuk memainkan nama-nama lokal di lini belakang Persebaya Surabaya.
Sebut saja Hansamu Yama, Arif Satria, Rachmat Irianto dan Rizky Ridho saling bahu membahu mengawal lini belakang Bajul Ijo pada saat itu.
Namun, tradisi itu hanya bertahan hingga kompetisi musim 2020/2021.

Baca juga: Tumbal 11 Fantastis Transfer Persebaya Surabaya: Persita Tangerang-Bhayangkara FC Paling Merasakan
Mengingat pada musim tersebut, gelaran Liga 1 resmi dihentikan di pekan ke-4 akibat mewabahnya virus Covid-19.
Dan pada akhirnya, tradisi baru dibuat lagi oleh Aji Santoso di musim 2021/2022.
Pada gelaran Liga 1 dengan sistem bubble tersebut, pelatih kelahiran Malang itu tak mau ambil resiko lebih untuk mengandalkan pemain lokal di lini belakang.
Hal itu tak terlepas dari tak adanya laga home yang bisa dihelat di Surabaya karena tragedi Covid-19.