Virus Corona
Lonjakan Kasus Covid-19 di Malaysia Semakin Mengkhawatirkan, Ahli Minta untuk Kembali Lockdown
Asosiasi Rumah Sakit Swasta Malaysia dalam penyataannya meminta warga untuk memakai masker di tempat ramai setelah lonjakan Covid-19
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pakar kesehatan Malaysia merasa khawatir dengan lonjakan kasus Covid-19 di Malaysia.
Dikutip TribunWow.com dari Channel News Asia, para pakar kesehatan mengimbau masyarakat Malaysia untuk kembali ketat menggunakan masker, Senin (27/4/2023).
Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan, jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi telah naik 87,5 persen.
Baca juga: China Mengklaim Tuduhan Kebocoran Lab yang Jadi Awal Mula Covid-19 Justru Rusak Kredibilitas AS
Jumlah itu sangat signifikan dalam 14 hari terakhir hingga 8 April 2023.
Sementara itu, rawat inap selama periode yang sama naik 30,5 persen.
Sedangkan kematian akibat Covid-19 naik 25 persen.
Hingga 8 April 2023, jumlah kasus aktif secara nasional lebih dari 13 ribu jiwa.
Asosiasi Rumah Sakit Swasta Malaysia dalam penyataannya meminta warga untuk memakai masker di tempat ramai.
Baca juga: Temuan Baru soal Kemungkinan Awal Mula Munculnya Covid-19 yang Dibeberkan oleh Departemen Energi AS
Selain itu anjuran menjada jarak kembali digerakkan untuk pencegahan penularan virus.
“Meskipun sistem perawatan kesehatan baik publik maupun swasta siap dan kompeten untuk mengelola peningkatan kasus lainnya, hal ini seharusnya tidak menjadi alasan bagi publik untuk lalai dengan pencegahan penyakit secara pribadi,” kata presiden asosiasi Dr Kuljit Singh.

Kamis lalu, Menteri Kesehatan Zaliha Mustafa mengimbau masyarakat untuk memakai masker di tempat ramai, menjelang perayaan Hari Raya di negara tersebut.
“Untuk persiapan menghadapi hari raya yang akan datang, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat berada di tempat-tempat umum yang padat dan terbatas yang sulit menerapkan physical distancing,” kata Menkes dalam keterangannya.
Saat ini, masker hanya perlu dipakai di angkutan umum dan di fasilitas kesehatan serta bagi mereka yang dinyatakan positif. (TribunWoW.com/ Tiffany Marantika)