Terkini Daerah
Kata Pakar soal Area Blacklink Tol Semarang-Solo: Kita Enggak Ngapa-ngapain Kecepatan Tambah Sendiri
Hasil analisa pakar transportasi dari Universitas Indonesia, Alan Marino terkait ruas blacklink tol Semarang-Solo.
Editor: Via
TRIBUNWOW.COM - Kecelakaan maut kerap terjadi di ruas jalan tol Semarang-Solo yang disebut sebagai area tengkorak atau blacklink.
Terkait hal ini pakar transportasi dari Universitas Indonesia, Alan Marino menilai kondisi jalan di tol Semarang -Solo di Boyolali ini cukup ekstrim.
Hal inilah yang kemudian membuat jalan tol Semarang-Solo kerap merenggut jiwa mereka yang melintas.
Seperti kecelakaan beruntun yang baru terjadi pada Jumat (14/4/2023) dan Sabtu (15/4/2023) lalu.
Baca juga: Video Kecelakaan Truk Dinas Polisi dengan Truk Pengangkut Ayam di Tol Jagorawi, Simak Kondisinya
"Mulai dari KM 475 sampai 490 (arah Semarang -Solo) itu konturnya terus menurun," kata Alan, dalam focus group discussion (FGD) dengan tema Upaya pencegahan Laka lantas yang di terjadi di ruas jalan tol area Boyolali, di Front one Hotel Airport, Ngemplak, Senin (17/4/2023).
Menurutnya, kecepatan atau laju kendaraan bakal bertambah akibat menurunnya kontur jalan.
Itu tetap terjadi meski pengendara tak menginjak pedal gas.
"Kita nggak ngapa-ngapain (injak gas) kecepatan kendaraan kita sudah bertambah sendiri, 20 KM/jam," ujarnya.

Baca juga: Kini Yatim Piatu, Remaja Korban Kecelakaan Tol Semarang-Solo Belum Tahu Orangtuanya telah Tewas
Dengan kondisi itu, tol perlu ada clear zone.
Sehingga jika terjadi trouble, pengemudi bisa melakukan menggunakan ruang itu tanpa membuat celaka pengendara lain.
Selain itu, penambahan rest area juga dapat meminimalisir terjadinya potensi kecelakaan.
Hanya saja, kedua opsi itu butuh biaya besar.
Alan pun juga memberikan alternatif upaya antisipasi lain.
Yakni dengan penambahan rambu lalu lintas dan marka jalan dengan bahan reflektif.
Sehingga meski rendah cahaya, rambu lalu lintas dapat terlihat dengan baik
"(Penggunaan rambu lalu lintas) itu sudah kita kaji. Itu turun (angka kecelakaan turun). Itu orang perhatiin. Bukannya orang tidak perhatikan," jelasnya.
Penggunaan reflektif itu cukup efektif untuk menurunkan kecelakaan lalulintas.
Dengan biaya tidak sebesar pembuatan clear area atau pembangunan rest area, penambahan rambu-rambu ini cukup efektif.
"Apalagi di KM itu (475-490), rambu-rambu nggak banyak juga. Itu minim rambu kurangi kecepatan," katanya.
Diketahui, kecelakaan di ruas tol Boyolali terus meningkat.
Jika selama setahun lalu hanya ada 9 korban meninggal dunia di tol Semarang-Solo, tahun ini jumlah lebih banyak lagi.
Baru 4 bulan saja, total sudah 16 nyawa melayang.
Dalam 10 tragedi kecelakaan dari Januari hingga April ini juga, terdapat 4 korban luka berat dan 17 korban luka ringan.
Baca juga: Ini Penyebab Macetnya Tol Cipali, Ternyata Kecelakaan Truk Pengangkut Buah, Tampak Muatan Berserakan
Disebut Area Black Link
Sebelumnya, Kasat Lantas, AKP M. Herdi Pratama, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi berulang kali menyampaikan jika tol Semarang-Solo di Boyolali ini masuk wilayah rawan kecelakaan.
"Jalur tol di Boyolali jalur tengkorak saya bilang. Black link. Biar apa, biar orang tau, kalau saya masuk Boyolali saya harus lebih hati-hati, saya cek semua kesiapan saya, baik kendaraan maupun fisiknya saya," tegas Herdi.
Untuk diketahui, black link berarti ruas jalan di tol yang termasuk dalam kategori paling rawan kecelakaan.
Black link adalah area pada ruas tertentu yang patut diwaspadai pengendara.
Polisi melanjutkan,Boyolali merupakan area lelah bagi pengemudi.
Pengemudi kendaraan via tol kalau sudah masuk Boyolali merasa nanggung.
"Mungkin (daerah) tujuannya sudah dekat, mungkin ke Solo, Ngawi dan sebagainya," jelas Herdi.
Sehingga para pengemudi ketika sampai di Boyolali ini sampai di Boyolali, akan memaksa kondisinya untuk terus berkendara melintasi tol trans Jawa, meskipun kondisi fisik sudah tak memungkinkan.
Herdi pun tak bosan mengingatkan pengemudi, terutama saat ini menjelang arus mudik lebaran.
Jangan memaksakan diri dan tergesa-gesa sampai kampung halaman.
"Jika kondisi benar-benar sudah lelah, demi keselamatan sebaiknya istirahat," pungkasnya.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Analisis Pakar soal Jalur Maut Tol Semarang-Solo : Kontur KM 475-490 Menurun, Picu Naiknya Kecepatan" dan "Ngerinya TKP Kecelakaan Maut Tol Semarang-Solo, Polisi Sebut Sebagai Area Black Link, Apa Itu?"
Ajak Masyarakat Desa di Klaten Sadar Lingkungan, Mahasiswa KKN Unisri Buat Plangkat & Pojok Tanam |
![]() |
---|
Tingkatkan Kesadaran Kebangsaan Warga, Mahasiswa KKN 68 UNISRI Gelar HUT ke-80 RI di Desa Manjung |
![]() |
---|
Mahasiswa KKN 68 UNISRI Tata Kelola Perpustakaan SD 2 Manjung demi Tingkatkan Minat Baca Siswa |
![]() |
---|
Tingkatkan Rasa Percaya Diri, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Public Speaking untuk Siswa SD |
![]() |
---|
Modal HP Pribadi, Mahasiswa KKN Unisri Bantu Promosikan Wisata di Desa Manjung |
![]() |
---|