Breaking News:

Terkini Daerah

Kata Pakar soal Area Blacklink Tol Semarang-Solo: Kita Enggak Ngapa-ngapain Kecepatan Tambah Sendiri

Hasil analisa pakar transportasi dari Universitas Indonesia, Alan Marino terkait ruas blacklink tol Semarang-Solo.

Editor: Via
TribunWow.com/ HO Polda Jateng
Kecelakaan maut terjadi di Tol Semarang - Solo, terpatnya pada KM 487+600 yang telah masuk wilayah Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (14/4/2023) dini hari. 

TRIBUNWOW.COM - Kecelakaan maut kerap terjadi di ruas jalan tol Semarang-Solo yang disebut sebagai area tengkorak atau blacklink.

Terkait hal ini pakar transportasi dari Universitas Indonesia, Alan Marino menilai kondisi jalan di tol Semarang -Solo di Boyolali ini cukup ekstrim.

Hal inilah yang kemudian membuat jalan tol Semarang-Solo kerap merenggut jiwa mereka yang melintas.

Seperti kecelakaan beruntun yang baru terjadi pada Jumat (14/4/2023) dan Sabtu (15/4/2023) lalu.

Baca juga: Video Kecelakaan Truk Dinas Polisi dengan Truk Pengangkut Ayam di Tol Jagorawi, Simak Kondisinya

"Mulai dari KM 475 sampai 490 (arah Semarang -Solo) itu konturnya terus menurun," kata Alan, dalam focus group discussion (FGD) dengan tema Upaya pencegahan Laka lantas yang di terjadi di ruas jalan tol area Boyolali, di Front one Hotel Airport, Ngemplak, Senin (17/4/2023).

Menurutnya, kecepatan atau laju kendaraan bakal bertambah akibat menurunnya kontur jalan.

Itu tetap terjadi meski pengendara tak menginjak pedal gas.

"Kita nggak ngapa-ngapain (injak gas) kecepatan kendaraan kita sudah bertambah sendiri, 20 KM/jam," ujarnya.

Penampakan KM 472 Tol Semarang-Solo yang menjadi lokasi kecelakaan CRV maut.
Penampakan KM 472 Tol Semarang-Solo yang menjadi lokasi kecelakaan CRV maut. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Baca juga: Kini Yatim Piatu, Remaja Korban Kecelakaan Tol Semarang-Solo Belum Tahu Orangtuanya telah Tewas

Dengan kondisi itu, tol perlu ada clear zone.

Sehingga jika terjadi trouble, pengemudi bisa melakukan menggunakan ruang itu tanpa membuat celaka pengendara lain.

Selain itu, penambahan rest area juga dapat meminimalisir terjadinya potensi kecelakaan.

Hanya saja, kedua opsi itu butuh biaya besar.

Alan pun juga memberikan alternatif upaya antisipasi lain.

Yakni dengan penambahan rambu lalu lintas dan marka jalan dengan bahan reflektif.

Sehingga meski rendah cahaya, rambu lalu lintas dapat terlihat dengan baik

Halaman
123
Tags:
Detik-detik KecelakaanFakta KecelakaanKorban KecelakaanKecelakaanKecelakaan Maut
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved