Berita Viral
Viral Video Persekusi 2 LC di Pesisir Selatan, Korban Diarak, Dilucuti hingga Diceburkan ke Laut
Viral video persekusi dua pemandu lagu karaoke (LC) di Lengayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Video persekusi dua wanita pemandu lagu karaoke (LC) di Lengayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Dilansir TribunWow.com, tak hanya dipersekusi, dua wanita itu juga diceburkan ke laut oleh sejumlah pria, Sabtu (8/4/2023) sekira pukul 23.00 WIB.
Dalam video yang beredar, tampak seorang wanita mengenakan sweater hitam dan celana panjang digiring dua pria tak dikenal.
Baca juga: Viral Tampang Pria yang Rekam Pengunjung Atlantis Ancol saat Mandi, Ada Banyak Video Wanita di HP
Saat digiring, wanita berambut panjang itu berusaha menjelaskan agar dirinya tak dihakimi.
Namun upayanya tak digubris.
Wanita yang diduga pemandu lagu itu langsung didorong ke laut.
Tak hanya itu, pakaian wanita itu nyaris dilucuti oleh sejumlah pria.
Ia juga berkali-kali dilecehkan oleh segerombolan pria yang melakukan persekusi.
Kabar soal aksi persekusi tersebut sudah sampai di telinga Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar.
Ia menyayangkan tindakan main hakim sendiri warganya.
Rusma mengatakan sudah memerintahkan Dinas Sosial untuk mengunjungi rumah korban.
Ia mengaku iba melihat nasib korban yang masih berusia 19 tahun.
"Dia masih punya masa depan yang panjang, tidak mungkin diperlakukan dengan cara sepihak seperti itu," ungkap Rusma, dikutip dari Kompas.com, Kamis (13/4/2023).
Baca juga: Bupati Pessel Geram Warganya Viral Lecehkan 2 Pemandu Lagu, 1 Korban Masih Berusia 19 Tahun
Rusma tak membenarkan tindakan persekusi yang dilakukan warganya.
Menurutnya, seharusnya korban dikembalikan ke orangtua atau dibina jika melakukan kesalahan.
"Atau misalnya, menginformasikan kepada pihak yang berwajib, tidak main sendiri," ucap Rusma.
Sang bupati menyebut tindakan persekusi tersebut telah mempermalukan korban.
Terlebih aksi tersebut direkam dan akhirnya viral di media sosial.
"Kalau sudah seperti itu, dipertontonkan ke orang banyak, sayang masa depannya, makanya kita minta untuk diusut tuntas," paparnya.
"Kami minta Polres dan Pol PP untuk mengusut itu, itu kan caranya kan tidak manusiawi."
Pelaku Diminta Menyerahkan Diri
Di sisi lain, Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengultimatum pelaku persekusi dua pemandu lagu untuk menyerahkan diri.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti.
Termasuk rekaman kamera CCTV dan video saat persekusi berlangsung.
"Sampai sekarang pelaku belum ada yang kami amankan. Kita enggak kesulitan, CCTV ada, rekaman ada," ucap Dwi, dikutip dari Kompas.com, Kamis (13/4/2023).
"Yang pasti kami melakukan penyelidikan dulu, kemudian hasil penyelidikan itu akan mengarahkan ke para pelaku."
Baca juga: Geruduk Kafe di Sumbar, Warga Ngamuk Ramai-ramai Lecehkan 2 Pemandu Lagu hingga Videonya Viral
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan AKP Hendra Yose mengatakan kejadian itu berlangsung seusai warga melakukan sweeping Ramadhan.
“Faktor karena (perempuan) di kafe yang buka juga saat bulan Ramadan, sehingga masyarakat marah,” jelas Hendra.
Saat ini polisi masih melalukan penyelidikan untuk mengetahui motif hingga jumlah warga yang terlibat dalam persekusi.
Kafe Beberapa Kali Kena Razia
kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pesisir Selatan, Dailipal, menyebut kafe tempat kedua korban bekerja sudah beberapa kali dirazia.
Meski kerap dirazia, kafe tersebut tetap nekat buka selama Ramadhan.
Selain itu, menurutnya warga sekitar juga sudah beberapa kali menegur pemikik kafe agar tak beroperasi selama Ramadhan.
"Masyarakat sudah beberapa kali mengingatkan, kalau tidak salah sudah tiga kali, kita juga sudah beberapa kali mengingatkan, namun saat kejadian malam itu, mungkin masyarakat sudah tak tahan, hingga melakukan tindakan sendiri tanpa berkoordinasi dengan pemerintah setempat," jelas Dailipal. (TribunWow.com)