Terkini Daerah
Ajak 17 Santriwati Nikah Siri sebelum Dicabuli, Pengasuh Ponpes di Batang Janjikan Ini ke Korban
Pengasuh Ponpes di Batang mengaku mengajak para santriwati untuk nikah siri terlebih dahulu sebelum mencabuli korban.
Editor: Anung
TRIBUNWOW.COM - Sementara ini total ada 17 santriwati yang menjadi korban pencabulan dan rudapaksa seorang pengurus pondok pesantren bernama Wildan Mashuri Amin (57).
Pengurus ponpes di Batang, Jawa Tengah ini terlebih dahulu mengajak para santriwati untuk melakukan nikah siri sebelum akhirnya mencabuli para korbannya.
Dikutip TribunWow dari Kompas, aksi bejat ini dilakukan oleh tersangka sejak 2019 hingga 2023.
Baca juga: Viral Aksi Pengasuh Ponpes Batang Cabuli 8 Santriwatinya, Tipu Korban dengan Nikah Siri Tanpa Saksi
Saat membujuk para santriwati untuk melakukan nikah siri, Wildan juga memberikan janji kepada korban.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan para korban telah menjalani visum untuk membuktikan pencabulan yang dilakukan pelaku.
"Hasilnya ada yang memang disetubuhi, dan dicabuli, ini masih kita kembangkan," paparnya, Selasa (11/4/2023).
Ia menjelaskan pelaku membujuk para santriwatinya agar mau dinikahi secara siri sebelum bersetubuh.
Namun pernikahan siri tersebut tanpa mendatangkan saksi, sehingga hanya ada pelaku dan korban.
Para santriwati terpaksa mengikuti kemauan pelaku karena dijanjikan mendapat berkah keturunan.
Untuk menutupi kasus ini, pelaku memberikan sejumlah uang kepada para korban dan mengancam agar tidak memberitahu orang lain.
"Para korban ini dibilang akan mendapat karomah serta buang sial, lalu juga diberikan sangu atau jajan dan tidak boleh lapor sudah sah sebagai suami istri ke orang tua," lanjutnya.
Atas perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.
"Kalau berulang-ulang bisa ditambah sepertiga masa hukuman maksimal 20 tahun, apalagi mereka tenaga pengajar," tandasnya.
Baca juga: Kabur saat Percobaan Rudapaksa Kepergok Pemilik Kos, Pegawai Pemprov Sulbar Ajak Damai Korban
Pengakuan santriwati yang jadi korban
Seorang santriwati yang menjadi korban pencabulan berinisial S (16) menjelaskan modus yang digunakan pengasuh pondoknya.
Menurutnya pengasuh ponpes menikahi para santriwati secara siri agar dapat mencabuli para korban.
Pelaku mengincar para santriwati yang dianggao cantik untuk dijadikan istri siri.

Baca juga: Tenang dan Tanpa Suara, Terkuak Detik-detik Pembunuhan Sadis dan Mutilasi Ibu Muda di Sleman
Para korban dipanggil ke dalam sebuah ruangan dan dinikahi secara siri untuk mencegah nasib sial.
Pernikahan siri tersebut tidak didampingi saksi sehingga hanya ada pelaku dan korban di dalam ruangan.
"Hanya bersalaman, lalu mengucap ijab kabul," jelasnya.
Ia mengaku telah tiga kali dicabuli oleh pelaku yang dilakukan di dalam lingkungan pondok pesantren.
Sementara itu, Kades setempat, Solichin membenarkan ada pengasuh pondok pesantren di lingkungannya yang ditangkap polisi.
Solichin tidak begitu mengenal pelaku dan hanya bertemu ketika salat Jumat.
Ia menyebut warga setempat tidak ada yang memondokkan anaknya ke pesantren tersebut, karena tidak cocok dengan peraturan yang diberlakukan.
"Santrinya dari luar (dari luar Wonosegoro) semua, warga sini gak ada yang mondok di sini. Rata-rata, dari luar dari daerah Batang, Pekalongan, kebanyakan dari Pekalongan, Kajen," terangnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Update Kasus Pemerkosaan oleh Pengasuh Pesantren di Batang, 17 Santriwati Jadi Korban, 2 di Antaranya Alumni