Breaking News:

Berita Viral

Punya Firasat akan Dibunuh, Viral Rekaman Suara Terakhir Korban Dukun Banjarnegara: Ayah Agak Ngeri

Beredar rekaman suara seorang korban pembunuhan berantai dukun Tohari alias Mbah Slamet asal Banjarnegara, Jawa Tengah.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube KOMPASTV
Rekaman suara terakhir Paryanto (53), pria asal Sukabumi, Jawa Barat yang tewas menjadi korban pembunuhan berantai Tohari alias Mbah Slamet, dukun pengganda uang asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (5/4/2023). 

TRIBUNWOW.COM - Pihak keluarga mengungkap pesan suara terakhir yang dikirimkan oleh Paryanto (53), korban pembunuhan berantai Tohari alias Mbah Slamet (35) dukun Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dilansir TribunWow.com, sebelum dibunuh pada Kamis (23/3/2023), Paryanto ternyata sempat mengirim rekaman suara, pesan teks hingga lokasi terakhirnya.

Berkat pesan tersebut, kejahatan pelaku akhirnya terungkap yang berujung pada penemuan total 12 jasad korban pembunuhan.

Baca juga: Terungkap Identitas 4 Korban Pembunuhan Berantai Dukun Banjarnegara, Mayoritas dari Luar Jawa

Sebagaimana diketahui, Paryanto sempat berpamitan pada keluarga hendak ke Banjarnegara untuk menemui Mbah Slamet.

Menurut kabar, Paryanto dijanjikan hendak diberi hasil penggandaan uang yang sebelumnya sempat diberikan oleh pelaku.

Namun Paryanto rupanya mencium gelagat mencurigakan hingga akhirnya mengirim pesan suara pada anaknya.

"Ini kan ayah penginnya waspada saja. Ya dia sih pernah kasih ayah seratus lebih," bunyi rekaman suara Paryanto untuk anaknya dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (5/4/2023).

"Cuma ini buat waspada saja, takutnya ya namanya ayah kan enggak punya teman, enggak punya asisten, enggak punya ajudan, enggak punya rekan-rekan, orang yang ayah percaya lagi."

Seolah sudah mendapat firasat buruk, Paryanto mengaku merasa ngeri.

"Pokoknya ayah agak sedikit ngeri gitu loh," tandasnya.

Proses evakuasi korban-korban pembunuhan yang dilakukan seorang 'dukun' pengganda uang di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Senin (3/4/2023). Dalam evakuasi terdapat 10 kantung jenazah korban dan proses penyelidikan masih dilakukan terkait adanya potensi penambahan korban lain.
Proses evakuasi korban-korban pembunuhan yang dilakukan seorang 'dukun' pengganda uang di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Senin (3/4/2023). Dalam evakuasi terdapat 10 kantung jenazah korban dan proses penyelidikan masih dilakukan terkait adanya potensi penambahan korban lain. (TribunJateng.com/Permata Putra Sejati)

Baca juga: Merinding 11 Korban Pembunuhan Berantai Tohari Dukun Banjarnegara Ditemukan, Kades: Luar Biasa Miris

Bahkan dalam pesan teks yang dikirim, Paryanto menyinggung mengenai umur pendek dan meminta keluarganya untuk mencari jika tak juga kembali hingga Minggu (28/3/2023).

Fakta ini dikonfirmasi oleh Heri Purnama Tanjung, kuasa hukum keluarga korban yang mengatakan Paryanto sempat meminta pertolongan pada keluarganya.

"Sebelum dibunuh itu ada pesan 'Tolong jemput saya, saya sudah tidak berdaya', itu pada Rabu malam," ujar Heri.

"Dan dibunuhnya itu hari Kamis malam."

Ditemui di kesempatan berbeda, Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto membeberkan isi detail pesan teks korban.

Halaman
123
Tags:
Berita ViralPembunuhan BerantaiDukunPengganda UangBanjarnegara
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved